Uber Eats Gratiskan Biaya Kirim Makanan Selama Covid-19

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armada sepeda Uber Eats di Prancis. Foto: @ubereats

    Armada sepeda Uber Eats di Prancis. Foto: @ubereats

    TEMPO.CO, Jakarta - Uber Eats membebaskan biaya pengiriman untuk restoran independen – bukan anggota jaringan perusahaan restoran -- dalam upaya mempromosikan bisnis bagi mereka. Pasalnya, usaha mereka yang sifatnya UKM itu, tengah berjuang di saat virus corona mewabah.

    Uber Eats tak hanya membantu restoran kecil, mereka juga membantu pengiriman dan juga bekerja untuk memberikan makanan gratis kepada lebih dari 300.000 petugas kesehatan di lapangan.

    “Kami tahu minggu-minggu mendatang akan menjadi tantangan bagi banyak pemilik usaha kecil, dan kami ingin membantu restoran fokus pada makanan, bukan keuangan,” demikian Janelle Sallenave, kepala Uber Eats untuk AS dan Kanada, mengatakan kepada Travel + Leisure.

    "Karena itulah kami berupaya mendorong peningkatan permintaan ke lebih dari 100.000 restoran independen di seluruh AS dan Kanada dengan upaya pemasaran dan dengan membebaskan Biaya Pengiriman kami."

    Uber mengatakan kepada Travel + Leisure, bahwa mereka mengharapkan pengabaian biaya pengiriman untuk restoran independen untuk menghasilkan lebih banyak pesanan. Jauh sebelum wabah virus corona merebak, Uber mencatat restoran mengalami 45 persen peningkatan pesanan pengiriman, ketika promo pengiriman gratis dilaksanakan.

    Dalam masa-masa wabah virus corona, yang tidak pasti seperti ini, Uber menyarankan memesan makanan dari restoran lokal favorit Anda (dan memberi tip). Hal tersebut dapat memberikan dampak besar -- terhadap penyebaran wabah dan perputaran ekonomi.

    Untuk mendistribusikan makanan gratis kepada para tenaga medis di garis depan, Uber mengatakan pihaknya telah menghubungi pejabat pemerintah seperti wali kota dan gubernur serta organisasi layanan sosial. Mereka diminta untuk mendistribusikan kode promo yang memungkinkan orang memesan makanan yang mereka pilih dari restoran lokal.

    "Lebih dari 90 persen dari semua restoran adalah milik keluarga dan kecil, dengan 50 karyawan atau lebih sedikit, setiap restoran, bersama dengan 15,6 juta karyawan industri, menghadapi ketidakpastian dan gangguan karena virus corona," menurut Sean Kennedy, wakil presiden eksekutif publik urusan untuk National Restaurant Association.

    "Upaya mempromosikan drive-thru, takeout dan pengiriman adalah alat penting untuk membantu restoran terus melayani konsumen selama masa-masa sulit," imbuh Kennedy.

    Armada Uber Eats di Kota New York. Menurut Uber program Uber Etas jauh sebelum virus corona mewabah tumbuh 45 persen. Layanan ini digratiskan semala wabah virus corona menyerang Amerika Serikat dan Kanada. Foto: @ubereats

    Selain itu, Uber Eats memungkinkan restoran dibayar setiap hari, bukan mingguan, yang merupakan standar cara pembayaran di Uber. Therese Lim, kepala produk restoran untuk Uber Eats, mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa sistem tersebut untuk memberikan perhatian terhadap bisnis restoran independen.

    "Kami telah mendengar dari restoran bahwa mereka khawatir saat krisis kesehatan terhadap penjualan, dan dampaknya pada arus kas dan kemampuan mereka untuk membayar pemasok atau karyawan," kata Lim. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.