Banyak Bahan Cepat Rusak, Resto Sumbang Makanan Selama Karantina

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chef Restoran The London Plane, Danny Conkling mempersiapkan 1.000 makanan yang akan dikirim untuk para tenaga medis di rumah sakit yang tengah berjuang menjadi garda terdepan melawan Virus Corona di The London Plane di Seattle, Washington, AS, 20 Maret 2020. Restauran ini akan mengirin 1.000 makanan tiap harinya untuk tenaga medis di rumah sakit. REUTERS/David Ryder

    Chef Restoran The London Plane, Danny Conkling mempersiapkan 1.000 makanan yang akan dikirim untuk para tenaga medis di rumah sakit yang tengah berjuang menjadi garda terdepan melawan Virus Corona di The London Plane di Seattle, Washington, AS, 20 Maret 2020. Restauran ini akan mengirin 1.000 makanan tiap harinya untuk tenaga medis di rumah sakit. REUTERS/David Ryder

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara-negara di Eropa dan Amerika Utara menerapkan penguncian atau lockdown dan karantina terbatas, untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona. Restoran mulai dari kafe hingga restoran besar ditutup. Lalu bagaimana dengan bahan makanan yang cepat rusak atau kedaluawarsa?  

    New York Times melaporkan tentang kesulitan yang dihadapi pemilik bistro di Paris, yang berusaha keras untuk menemukan cara menjual atau memanfaatkan bahan-bahan baku, yang tak tahan lama senilai ribuan euro di lemari es mereka. Akhirnya mereka memberikan keju ham, pork, dan keju chevre Spanyol bagi karyawan, untuk dibagikan kepada mereka yang menjalani karantina paksa selama dua pekan.

    Para tetangga juga mengetuk pintu bistro untuk mendapatkan boeuf bourguignon, susu, dan keju gratis. Beberapa bahan-bahan baku tersebut dijual ke toko roti, yang akan tetap terbuka melalui karantina.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron hari Senin, 16 Maret mengumumkan bahwa Prancis akan memulai karantina pada siang hari pada hari Selasa, 17 Maret. Lockdown 15 hari di Paris berimbas terhadap pelarang kegiatan berkumpul, kecuali acara yang sangat penting.

    Dalam upaya untuk mengurangi limbah makanan, Disneyland Resort di California mengumumkan bahwa sementara gerai resto ditutup. Mereka akan menyumbangkan kelebihan persediaan susu, buah, sayuran, barang-barang kemasan dan jamuan makan kepada Second Harvest Food Bank, yang menyediakan makanan untuk mereka yang membutuhkan di Orange County.

    Dan banyak restoran New York City menyumbangkan bahan-bahan baku yang mudah rusak ke bank makanan, setelah mereka dipaksa tutup. Gerai makanan Quality Branded, yang memiliki restoran steak Don Angie, Quality Meats dan Smith & Wollensky di New York menyumbangkan makanannya yang mudah rusak ke badan amal City Harvest, menurut kabar dari Eater.

    Bagi mereka yang memiliki makanan berlebih untuk disumbangkan selama wabah virus corona, ada banyak pilihan untuk donasi di New York. Salah satunya, Feeding America yang merupakan jaringan bank makanan nasional, yang terus mengumpulkan sumbangan. Bahkan, terdapat bank makanan terdekat secara online.

    Selain Feeding America, ada juga No Kid Hungry organisasi nirlaba yang menyediakan makanan untuk anak-anak yang membutuhkan, terutama ketika sekolah ditutup. Adapula Meals on Wheels, yang membawa makanan bagi warga lanjut usia.

    Sukarelawan yang juga seorang Chef, Tiffany Ran mempersiapkan makanan sebagai bagian dari upaya terorganisir oleh restoran London Plane untuk menyumbangkan lebih dari 1.000 makanan per hari kepada tenaga medis rumah sakit yang tengah menjadi garda terdepan melawan Virus Corona di The London Plane di Seattle, Washington, AS, 20 Maret 2020. REUTERS/David Ryder

    Warga New York yang memiliki makanan berlebih juga dapat menggunakan aplikasi Transfernation, untuk mengirimkan makanan. Seseorang dari aplikasi akan mengambil makanan yang tidak digunakan, dan membawanya ke layanan pengumpulan makanan terdekat. Hal itu membantu bagi mereka yang sedang menjalani karantina. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.