Darurat Corona, Ini Cara Refund Tiket Jika Batal Naik Kereta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberikan cairan hand sanitizer kepada penumpang saat sosialisasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Depok, Kota Depo, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dengan menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan serta memberikan pengecekan kesehatan gratis, membagikan masker, pamflet, menyediakan hand sanitizer, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan edukasi seputar virus corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas memberikan cairan hand sanitizer kepada penumpang saat sosialisasi pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Stasiun Depok, Kota Depo, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2020. PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 dengan menghadirkan Rail Clinic atau kereta kesehatan serta memberikan pengecekan kesehatan gratis, membagikan masker, pamflet, menyediakan hand sanitizer, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan edukasi seputar virus corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menetapkan masa darurat bencana nasional wabah corona selama 91 hari, mulai 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Dalam periode itu, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah, mengurangi aktivitas di luar, dan menerapkan social distancing.

    Selama masa darurat corona, PT Kereta Api Indonesia atau KAI juga menerapkan kebijakan khusus bagi penumpang kereta jarak jauh. Calon penumpang kereta jarak jauh harus melewati proses pemeriksaan kesehatan saat boarding. Mereka yang mengalami flu, demam, dan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius dilarang bepergian.

    Mengenai tiket yang sudah dibeli, Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan kebijakan pengembalian 100 persen bea pemesanan tiket berlaku untuk pembatalan perjalanan keberangkatan pada 23 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020. "Kebijakan ini bisa diterapkan perorangan maupun rombongan," kata Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Sejumlah penumpang mengantre saat diukur suhu tubuhnya sebelum menaiki kereta MRT setelah dua warga Depok terinfeksi virus corona di Jakarta, 5 Maret 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Cara untuk mendapatkan pengembalian dana pembelian tiket, menurut Eva Chairunisa, dengan melampirkan identitas dan bukti pembelian tiket di stasiun kereta jarak jauh. Sedangkan calon penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi KAI ACCESS dapat memproses pembatalan melalui aplikasi tersebut. "Jadi tak perlu datang langsung ke loket di stasiun," ujarnya.

    Untuk pembatalan rombongan atau calon penumpang dalam jumlah banyak, berikut persyaratan yang mesti dipenuhi:

    • Surat permohonan pembatalan yang dilengkapi nomor rekening pemohon untuk pengembalian uang muka.
    • Melampirkan berita acara kesepakatan yang bertanda tangan pemohon angkutan rombongan dan pihak KAI.

    • Pemohon angkutan rombongan menyerahkan bukti setor uang muka yang sudah dibayarkan.

    • Khusus rombongan tiket yang belum tercetak dan akan berencana mengubah jadwal, diberikan kesempatan satu kali dalam rentang waktu 90 hari dari perjalanan yang dibatalkan. Namun selama tempat duduk masih tersedia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.