Ini Langkah Cepat Yogyakarta, Usai Virus Corona Menginfeksi Warga

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menyemprotkan cairan disinfektan di batuan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaraan virus Corona atau COVID-19 pihak BPCB DIY dan Taman Wisata Candi Prambanan menyemprotkan cairan disinfektan di batuan candi. ANTARA

    Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menyemprotkan cairan disinfektan di batuan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaraan virus Corona atau COVID-19 pihak BPCB DIY dan Taman Wisata Candi Prambanan menyemprotkan cairan disinfektan di batuan candi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona positif menginfeksi dua warga di Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta pun langsung menggencarkan sterilisasi di sejumlah lokasi pendukung obyek wisata.

    Lokasi yang disasar, salah satunya kantong-kantong parkir kendaraan wisatawan di Kota Yogyakarta. Lahan parkir jadi sasaran pertama sterilisasi, dengan menyemprotkan cairan disinfektan, pada Rabu 18 Maret 2020.

    Sedikitnya ada lima kantong parkir utama kendaraan wisata yang disemprot. Mulai Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati, Sriwedani, Ngabean, Limaran hingga TKP Abu Bakar Ali.

    "Pembersihan kantong parkir kendaraan wisata ini sebagai upaya
    menjaga fasilitas umum tetap higienis karena para wisatawan masih datang ke Yogyakarta," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di sela-sela penyemprotan disinfektan di TKP Senopati.

    Selain penyemprotan, juga dilakukan kerja bakti untuk membersihkan sudut-sudut tempat khusus parkir itu. Heroe menginstruksikan di setiap kantong parkir wajib menyediakan tempat untuk mencuci tangan. Baik untuk wisatawan maupun kru kru bus wisata.

    Heroe mengaku sudah meminta seluruh pemilik dan pengelola toko, mal dan kantor di Kota Yogyakarta juga menerapkan prinsip higienitas, saat memberikan layanan kepada masyarakat.

    Seperti menyediakan tempat cuci tangan dan berkala membersihkan lingkungan kantor, untuk memutuskan sebaran virus corona yang menempel di tempat-tempat fasilitas publik.

    "Kami sudah membuat edaran bahwa mulai Jumat pekan ini dilakukan gerakan bersama yakni perkantoran, mall dan toko melakukan pembersihan," ujarnya.

    Sedangkan saat hari Selasa Wage yang biasanya menjadi hari car free day di Malioboro, diganti dengan seruan gerakan reresik untuk seluruh rumah yang ada di kota Yogyakarta.

    "Event Selasa Wage menjadi momentum untuk seluruh masyarakat mau membersihkan rumah dan lingkungannya, pelayanan umum, balai RT/RW dan kantor," kata Heroe.

    Heroe sendiri berharap aktivitas ekonomi di Yogyakarta masih tetap berjalan, dengan tetap memberikan jaminan kebersihan dan kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menambahkan, penyemprotan dilakukan di kantong parkir wisata karena dianggap sebagai titik pertama yang dikunjungi wisatawan.

    Kegiatan dilakukan dengan melibatkan 400 orang dari unsur masyarakat, Dinas Perhubungan, TNI, Polri dan BPBD, "Setelah dilakukan pembersihan dan penyemprotan nanti, akan kami siapkan alat penyemprotan di setiap kantong parkir sehingga tiga hari sekali pengelola bisa melakukan secara mandiri," ujarnya.

    Aksi Reresik Wisata Jogja perangi dampak Covid 19. Dok Dinas Pariwisata Yogyakarta

    Heroe Poerwadi memastikan ketersediaan alat pelindung diri, seperti masker masih sangat mencukupi di Kota Yogyakarta, "Jika masyarakat menginginkan, masker masih tetap kami sediakan di Puskesmas dan satu orang hanya bisa mendapatkan satu masker saja," ujarnya.

    Hal tersebut dilakukan karena sebenarnya pemakaian masker hanya dilakukan oleh yang menderita sakit saja, kecuali bagi mereka yang berada di tempat yang dikhawatirkan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.