Jangan ke Gunung Bromo, Destinasi Itu Ditutup Cegah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joki memacu kudanya ketika mengikuti lomba pacuan kuda tradisional di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Ahad, 30 Juni 2019. Lomba ini diharapkan juga akan melestarikan pacu kuda tradisional. ANTARA/Zabur Karuru

    Joki memacu kudanya ketika mengikuti lomba pacuan kuda tradisional di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Ahad, 30 Juni 2019. Lomba ini diharapkan juga akan melestarikan pacu kuda tradisional. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menutup objek wisata Gunung Bromo. Aktivitas wisata ditutup mulai 19 Maret 2020 pukul 00.01 WIB sampai 31 Maret 2020.

    “Ditutup sementara kunjungan wisata alam di kawasan TNBTS,” kata Kepala BBTNBTS Jhon Kenedie melalui siaran pers yang diterima TEMPO, Rabu, 18 Maret 2020.

    Penutupan wisata di Gunung Bromo dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. BBTNBTS mengantisipasi penyebaran COVID-19, dengan menindaklanjuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, pada 15 Maret 2020 mengenai Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, “Mencegah penyebaran COVID-19 di area wisata,” katanya.

    Kebijakan panutupan wisata TNBTS, katanya, semata-mata merupakan ikhtiar BBTNBTS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 lebih luas kepada Masyarakat, Terutama potensi penularan kepada petugas dan pengunjung wisata Gunung Bromo.

    Penutupan Gunung Bromo bersifat sementara, dan akan dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Serta kebijakan Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

    Jhon meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun, senantiasa waspada. Perkembangan selanjutnya, jika kondisi normal akan ditinjau kembali penutupan wisata ke Gunung Bromo.

    “Senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wabah COVID-19 ini segera berlalu,” katanya. Sehingga aktivitas kepariwisataan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru segera pulih dan normal kembali.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.