Museum Kemendikbud Tutup, Warga Bisa Akses Google Arts & Culture

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di depan Museum Fatahillah yang sepi karena tidak adanya pengunjung di Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan instruksi guna menutup sejumlah tempat wisata di Jakarta selama dua pekan ke depan terkait antisipasi wabah virus corona (covid-19), tempat wisata tersebut salah satunya Kota Tua, Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana di depan Museum Fatahillah yang sepi karena tidak adanya pengunjung di Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan instruksi guna menutup sejumlah tempat wisata di Jakarta selama dua pekan ke depan terkait antisipasi wabah virus corona (covid-19), tempat wisata tersebut salah satunya Kota Tua, Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menutup sementara waktu museum di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Penutupan itu sebagai upaya antisipasi wabah virus corona Covid-19.

    "Penutupan dan pembatasan kunjungan ke museum untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung, serta menghindari kondisi yang tidak diinginkan akibat Covid-19," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid melalui keterangan resmi, Minggu, 15 Maret 2020.

    Ketika museum ditutup, masyarakat memang tak bisa berkunjung. Tapi untuk mendapatkan pengetahuan tentang museum bisa mengakses menggunakan platform teknologi. "Sejak 27 Oktober 2016, Google resmi memasukkan beberapa museum dan situs di Indonesia ke dalam platform Google Arts & Culture," kata Hilmar.

    Platform itu, ia menjelaskan dioperasikan melalui teknologi baru, Art Camera and Google Cardboard. Masyarakat juga bisa memanfaatkan realitas maya (virtual reality) melalui ponsel dengan aplikasi Google Art & Culture yang tersedia di Android dan iOs.

    Hilmar menjelaskan, informasi tentang kebudayaan Indonesia bisa diakses melalui aplikasi itu. Dengan aplikasi itu, warga atau wisatawan bisa menjelajahi Museum Purbakala Sangiran dan Museum Nasional, "Sampai berwisata di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko dengan Virtual Tour 360 derajat," katanya.

    Selain berbagai museum naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, masyarakat juga bisa melihat berbagai tempat lain, seperti Museum Tekstil Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Galeri Batik YBI, Monumen Nasional (Monas), Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Museum Seni Agung Rai (ARMA) di Bali.

    Google Art & Culture mencakup berbagai hal mengenai pendidikan untuk guru dan siswa. Ada video pendidikan, yang tersedia melalui saluran YouTube di halaman web Google Arts & Culture. Selanjutnya, dua halaman yang disebut 'Lihat Seperti Pakar' dan 'DIY' menyediakan beberapa kegiatan untuk pengguna, mirip seperti yang sering ditemukan di galeri seni.

    Misalnya, kuis meminta untuk mencocokkan lukisan dengan gaya tertentu; yang lain meminta pengunjung situs web untuk menemukan simbol dalam lukisan yang ditentukan mewakili kisah yang disediakan. Kemudian, halaman 'Apa Selanjutnya?' memberi pengunjung situs web daftar sumber daya. Kemudian, tautan berbagai sejarah seni, peralatan seni, dan sumber daya pengajaran komparatif.

    Foto kombo sejumlah wisatawan memadati kawasan Kota Tua sebelum ditutup (kiri) dan suasana sesudah ditutup (kanan) di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020. Sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19, Pemprov DKI Jakarta meniadakan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) dan menutup sejumlah tempat wisata di Ibu Kota selama dua minggu ke depan, dua diantaranya Kota Tua dan Ancol. ANTARA

    "Berbagai layanan digital di bidang kebudayaan ini menjadikan belajar di rumah selama masa penutupan sementara sekolah diharapkan tidak terlalu membosankan," kata Hilmar Farid. Ia menambahkan, untuk berbagai hal terbaru bisa mengikuti media sosial resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan, akun @budayasaya yang mencakup Instagram, Twitter, dan YouTube.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.