Dibayangi Wabah Covid-19, Semana Santa Tak Terbuka untuk Umum

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Flores Timur berkumpul saat Pekan Suci Semana Santa dengan mengarak patung keramat Bunda Maria. Dok. Kemenparekraf

    Warga Flores Timur berkumpul saat Pekan Suci Semana Santa dengan mengarak patung keramat Bunda Maria. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat berharap perayaan prosesi Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, hanya dihadiri oleh warga di kabupaten itu, untuk mencegah masuknya virus corona di NTT.

    Dia menegaskan ini masalah serius yang harus ditanggapi, karena NTT tak miliki banyak dokter untuk menghadapi virus corona"Semana Santa di Flores Timur. Saya harap agar yang hadir masyarakat dari Kabupaten itu sendiri," kata Viktor, Selasa, 17 Maret 2020.

    NTT belum memiliki fasilitas kesehatan yang mumpuni. Menurut Viktor, bila pihaknya memiliki ribuan dokter, bisa antisipatif menghadapi virus corona, "Ini masalah serius yang perlu kami antisipasi. Kalau kami punya dokter ahli 5.000 orang yang siap, kami tak perlu takut,"katanya.
     
    Pemerintah NTT juga telah membatalkan pelayaran gratis bagi warga Kota Kupang yang ingin mengikuti prosesi Semana Santa tersebut. Sebelumnya, pemerintah provinsi NTT telah menyiapkan dua kapal gratis, untuk melayani warga yang hendak mengikuti prosesi Semana Santa pada April 2020.
      
    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Domi Mere menegaskan hingga saat ini belum ada pasien yang positif virus corona, "NTT masih aman dari Corona," katanya.
     
    Sebelumnya, kata dia, RSUD Johanes Kupang sempat merawat tiga pasien dengan keluhan terduga virus corona dan pernah mengunjungi negara yang terpapar Covid-19. Namun, mereka sudah dipulangkan, karena negatif infeksi virus corona.  
     
    YOHANES SEO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.