Agenda Wisata Spanyol yang Batal Gara-gara Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berjemur sinar matahari di Pantai Poniente, Benidorm, Spanyol, 22 Juli 2015. Spanyol kini menjadi tempat wisata pantai favorit setelah terjadi penembakan di Pantai Tunisia. David Ramos/Getty Images

    Pengunjung berjemur sinar matahari di Pantai Poniente, Benidorm, Spanyol, 22 Juli 2015. Spanyol kini menjadi tempat wisata pantai favorit setelah terjadi penembakan di Pantai Tunisia. David Ramos/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona baru atau COVID-19 di Spanyol membuat berbagai agenda wisata dibatalkan atau ditunda. Daerah Catalunya dan Madrid serta berbagai wilayah Basque masuk dalam daftar pelarangan kegiatan olahraga dan pertemuan. Diperkirakan lebih dari seribu orang batal datang ke sana.

    Mengutip laporan Guardian, Rabu, 11 Maret 2020, agenda wisata rutin di Spanyol, seperti Festival Las Fallas di Valencia ditunda tanpa kepastian waktu. Festival Las Fallas semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2020.

    Saban tahun Festival Las Fallas ramai dikunjungi puluhan ribu wisatawan. Perayaan Festival Las Fallas telah berkembang menjadi acara seni yang menelan biaya jutaan euro.

    Selain Festival Las Fallas, Festival Film Málaga juga batal digelar karena wabah virus corona. Festival Film Málaga biasanya menarik sekitar 150 ribu pengunjung. Málaga adalah kota terbesar kedua Andalusia di Spanyol bagian selatan.

    Banyak pertunjukan teater dibatalkan. Beberapa grup musik rock merevisi jadwal tur mereka. Hanya saja Festival Musik Primavera Sound dan Sónar masih dipertimbangkan untuk berlanjut. Alasannya, dua festival yang memikat kunjungan ratusan ribu wisatawan dari seluruh Eropa itu akan diadakan di Barcelona pada Juni 2020.

    Yang menjadi pertanyaan besar masyarakat Spanyol adalah bagaimana dengan perayaan Paskah. Hari Raya Paskah yang jatuh pada 10 April 2020 terhitung tinggal satu bulan lagi. Di Spanyol, Paskah biasanya diperingati dengan meriah.

    Kekhawatiran terhadap wabah virus corona pun membuat masyarakat Spanyol tak dapat beraktivitas seperti biasa. Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa meminta perusahaan mengurangi jam kerja, termasuk mengurangi perjalanan dinas.

    "Saya tahu tak ada yang suka dengan kebijakan ini karena mengganggu kegiatan sehari-hari. Tapi kami memutuskan (pembatasan ruang gerak) karena itu langkah yang diperlukan," kata Salvador Illa seperti dikutip National Public Radio dari laporan Associated Press.

    THE GUARDIAN | NATIONAL PUBLIC RADIO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.