Dilaporkan Ada Harimau Sumatera di Kawasan Wisata Danau Khayangan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan wisata Danau Khayangan, Pekanbaru, Riau. Foto: Riau.go.id

    Kawasan wisata Danau Khayangan, Pekanbaru, Riau. Foto: Riau.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat di sekitar kawasan wisata Danau Khayangan, Kota Pekanbaru, Riau, melaporkan kemunculan harimau Sumatera kepada petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Provinsi Riau.

    Kepala Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Heru Sutmantoro mengatakan laporan itu diterima hari ini, Kamis 12 Maret 2020. "Kami segera mengecek ke lapangan," kata dia di Pekanbaru, Riau.

    Menurut laporan yang masuk ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, warga di sekitar kawasan wisata Danau Khayangan melihat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) itu dua hari lalu atau pada Selasa, 10 Maret 2020. Harimau tersebut terlihat di area kursi pelangi Danau Khayangan, danau buatan di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, yang menjadi arena lomba ski pada Pekan Olahraga Nasional XVIII-2012. Mereka juga menemukan jejak telapak kaki harimau.

    Harimau Sumatera tertangkap kamera video amatir dekat fasilitas minyak Badan Operasi Bersama PT Pertamina - PT Bumi Siak Pusako di areal Zamrud, Siak, Provinsi Riau beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

    Kemunculan satwa yang populasinya terancam punah itu penduduk di sekitar danau tidak berani beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Mereka juga mengingatkan wisatawan agar jangan berjalan-jalan sampai ke kawasan danau.

    Seorang fotografer, Widiarso, 38 tahun, urung memotret keindahan Danau Khayangan setelah mendapat peringatan dari penduduk setempat. "Dua hari lalu saya mau memotret ke arah kursi pelangi di Danau Khayangan. Belum sampai di sana sudah dilarang masuk oleh warga setempat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.