Jangan Menahan Buang Air Kecil Saat Travelling, Ini 3 Bahayanya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toilet umum di Tokyo yang bernama Toylets ini dilengkapi sensor tekanan urine untuk mengoperasikan video game khusus. Di toliet ini pengguna bisa buang air kecil sambil bermain games. Dailymail.co.uk

    Toilet umum di Tokyo yang bernama Toylets ini dilengkapi sensor tekanan urine untuk mengoperasikan video game khusus. Di toliet ini pengguna bisa buang air kecil sambil bermain games. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang kerap menahan keinginan buang air kecil saat sedang travelling dengan berbagai alasan. Misalnya toilet kurang bersih; tidak ada air atau tisu; toilet penuh; terjebak macet; khawatir tertinggal pesawat, bus, atau kereta; dan bermacam sebab lainnya.

    Sebaiknya buang air kecil sebelum bepergian dan pastikan ada fasilitas kamar mandi di sarana transportasi atau jalur yang dilalui selama travelling. Bagi yang menempuh perjalanan jauh, pastikan selalu membawa peralatan sanitasi, setidaknya air mineral dalam kemasan atau tisu basah.

    Mengutip laman Sehatq, kandung kemih seseorang yang sehat pada umumnya dapat menahan sekitar 500 cc air seni atau urine. Artinya, minum sebotol air mineral berisi 600 cc berpotensi membuat kantung kencing terisi hampir penuh karena tidak semua air dalam jumlah yang sama akan dibuang melalui urine.

    Jika kandung kemih mencapai batas tadi, muncul rasa ‘kebelet’ untuk buang air kecil. Laki-laki cenderung mampu bertahan lebih lama dibanding perempuan karena perbedaan susunan otot kantung kemih.

    Ilustrasi toilet. Shutterstock.com

    Berikut bahaya yang ditimbulkan dari menahan buang air kecil dalam waktu lama.

    1. Infeksi kandung kemih atau sistitis
      Salah satu manfaat berkemih adalah membuang bakteri di saluran air kencing paling luar atau uretra. Dengan menahan pipis, artinya pembuangan bakteri tertunda dan berpotensi memicu infeksi. Infeksi saluran kencing berulang berisiko pada pembentukan batu di kandung kemih.

    2. Batu di kandung kemih
      Saat menahan buang air kecil berarti terjadi pengendapan zat-zat urine di dalam saluran kencing. Pengendapan dalam tempo lama berisiko membentuk batu pada kandung kemih. Apabila sudah terbentuk menjadi batu, maka seseorang tidak bisa buang air kecil karena batu tersebut menghambat saluran kencing dan menimbulkan rasa sakit yang hebat.

    3. Tekanan darah meningkat
      Sebuah riset menunjukkan tekanan darah mulai meningkat saat menahan kencing sekitar tiga jam. Setelah urine keluar, tekanan darah kembali menurun. Tekanan darah juga meningkat ketika sudah terbentuk batu di kandung kemih dan menyumbat buang air kecil, ditambah rasa sakit yang hebat.

    Apabila terpaksa betul menahan buang air kecil, segeralah buang limbah di dalam tubuh Anda saat mendapati toilet. Apapun alasannya, kesehatan harus menjadi yang utama.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.