Susur Sungai Danube, Pelesiran Mewah dari Bavaria Hingga Wina

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar untuk susur sungai, tengah berlabuh di Bavaria. Foto: afar.com

    Kapal pesiar untuk susur sungai, tengah berlabuh di Bavaria. Foto: afar.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sungai Danube membelah Eropa bermuara pada Laut Hitam. Sungai terpanjang kedua di Eropa itu, membentang dari Jerman hingga Rumania. Siapapun yang menyusurinya, akan menikmati keragaman arsitektur Eropa.

    Bila ingin mengajak keluarga pelesiran sembari menikmati Eropa, cobalah kapal pesiar Disney Danube River milik AmaWaterways. Kapal pesiar sungai itu menyinggahi Jerman, Austria, Slovakia, dan Hungaria. Wisata susur sungai itu, menyinggahi istana, peternakan, dan biara. Sementara pelesiran di darat, ditangani Adventure Guides. Operator wisata itu, memastikan pelesiran menyenangkan dan eksklusif bagi seluruh keluarga.

    Pelayaran dimulai di Vilshofen, Jerman, dan berakhir di Budapest. Tergantung pada tanggal keberangkatan, kapal pesiar dapat mulai dari Budapest dan melakukan perjalanan ke arah yang berlawanan. Berikut wisata susur Sungai Danube, yang dinukl dari Afar.

    Hari pertama. Penumpang mulai menaiki kapal Disney Danube River di pelabuhan sungai Kota Bavaria, Vilshofen, ke timur laut Munich. Bavaria adalah kota yang menyenangkan, jadi, kesempatan yang baik itu bisa dimanfaatkan dengan berkeliling kota, mencoba bir atau sosis Jerman sebelum berlayar. Bavaria juga puat perhelatan Oktoberfest. Oh ya, selain bir, Bavaria juga dikenal sebagai penghasil jus apel terbaik di Jerman.

    Kapal pesiar di Sungai Danube umumnya berkapasitas 70 kamar lebih, dengan detail kayu gaya pedesaan. Paling menyengangkan adalah saat makan. Anda bisa menyaksikan dapur bersekat kaca lebar, dengan aroma hidangan yang menggoda selera dan para chef yang menyiapkan hidangan dengan terampil. Bahkan, kapal pesiar seperti AmaLea menawarkan kolam air panas, pijat dan salon, dan lounge dengan berbagai hiburan saat malam.

    Seorang wanita mendayung papan selancar di Alte Donau, Sungai Danube saat gelombang panas di Wina, Austria, Kamis, 25 Juli 2019. Menghadapi musim panas, warga Kota Wina memilih mendinginkan tubuhnya di kawasan ini. REUTERS/Lisi Niesner

    Hari kedua. Setelah peayaran semalaman, bukalah jendela kabin. Anda sudah berasa di Passau, kota sungai perbatasan Jerman dan Austria. Passau dikenal juga sebagai Kota Tiga Sungai. Sungai Danube, Inn, dan Ilz bertemu di kota itu. Atap berwarna warni menjadi ciri Passau, dengan gedung-gedung jangkung bergaya barok.

    Passau merupakan etalase menara gereja, balai kota, dan atap rumah warga yang ceria, yang keelokannya bisa dinikmati mulai di Sungai Danube. Tamasya ke kota ini juga tak kalah kerennya. Pemandu mengenakan baju dari abad ke-18, dan wisatawan diajak menyusuri kota. Lalu melihat pembuatan marzipan, gulali atau gula-gula berbahan kacang almon. Nah, cemilan manis itu tentu boleh dibawa ke kapal. Tapi, jika ingin pelesiran sendiri tanpa pemandu juga diperbolehkan.  

    Setelah makan siang, wisatawan diajak bertamasya ke hutan kota di Tree Path Kopfing, yang memiliki jembatan gantung yang tinggi. Bawalah teropong atau kamera lensa tele, untuk memotret satwa di dalam hutan itu. 

    Pilihan lain adalah menjelajahi tradisi pembuatan bir Bavaria. Sejarah Brewery Aldersbacher – pabrik bir pertama di dunia --  berawal di Passau pada tahun 1268. Pada waktu itu, para biarawan Biara Cistercian menciptakan bir. Tapi sejak tahun 1811 tempat pembuatan bir itu dimiliki oleh keluarga von Aretin. Dalam sebuah tur, Anda akan berkesempatan untuk mencicipi 13 bir yang berbeda di tempat pembuatan bir, dipasangkan dengan kue pretzel lunak tradisional Jerman.

    Sungai Danube membelah Kota Passau di Jerman yang berbatasan dengan Austria. Foto: @diana.nekho

    Pada malam hari, kapal pesiar bertolak dari Passau menuju Linz, gerbang Kota Salzburg, kota terbesar kedua di Austria.

    Hari ketiga. Pagi hari, Anda berlabuh di Linz, Austria. Kota terbesar ketiga di negara ini dikenal dengan banyak taman, bangunan bersejarah, dan museum yang terkenal, tetapi juga merupakan pintu gerbang ke Salzburg.

    Setelah sarapan di atas kapal, wisatawan mengikuti tur sehari. Linz dan Salzburd adalah kota yang permai. Kota kuno ini sangat rapi pengaturannya. Perbukitan hijau mengelilingi kota, dengan istana-istana yang elegan dan bangunan bersejarah seperti aksesoris di tengah zamrud hijau. Salzburg merupakan kampung halaman Mozart. Kota Salburg tampak megah berhias Katedral Dome, Biara St. Peter, dan gang-gang yang rapi. Wisata di Kota Salzburg merupakan wisata mengenai sejarah musik, termasuk lokasi-lokasi pembuatan film The Sound of Music.

    Di kota itu terdapat Danay Mondsee, dengan kota kecil di tepiannya. Di danau berbentuk bulan sabit biru itu, wisatawan bisa menikmati perbukitan dan puncak Gunung Drachenwand. Pemberhentian lainnya, adalah Biara Mondsee dan Basilika St. Michael, tempat Kapten von Trapp dan Maria menikah di film The Sound of Music.

    Salzburg berarti "istana garam". Kota itu merupakan tambang garam. Dari kota itu, tongkang-tongkang berlayar membawa garam, mengirimkannya ke kota-kota di Sepanjang Sungai Danube. Di kota itu terdapat Tambang Garam Hallein, yang berusia 7.000 tahun. Wisatawan diajak mengunjungi tambang garam bawah tanah itu, lalu berakit menyusuri air asin di perut bumi. Siangnya, para penumpang kapal pesiar makan di restoran lokal.

    Lanskap kota Salzburg yang juga disebut kota gerejawi. Foto: @the.desi.nomad

    Malam hari, kapal bertolak dari Linz, sembari menikmati makan malam dengan hiburan film The Sound of Music, meneguhkan ingatan tentang Salzburg.

    Hari keempat. Begitu membuka tirai kabin, Anda sudah sampai di Kota Melk Abbey, yang menjadi situs Warisan Dunia UNESCO.

    Setelah sarapan di kapal, Anda akan melanjutkan tur dengan pemandu yang ahli karya arsitektur. Kota Melk Abbey memiliki situs-situs dari abad ke-11 hingga abad ke-18. Kota ini memiliki koleksi gedung-gedung bergaya barok dengan ornamen yang rumit.

    Untuk wisata kuliner, wisatawan berada di kota yang tepat. Melk adalah kora penghasil wine dan jus anggur utama di Austria. Aktivitas lainnya adalah memancing dan melihat atraksi tarian tradisional Austria.

    Setelah makan siang di kapal, wisatawan bisa memilih satu di antara dua opsi: Pertama, bersepeda empat jam di sepanjang Sungai Donau, dari Melk ke Krems, dengan berhenti di desa Durnstein. Di Bentangan Danube ini, Lembah Wachau, adalah lintasan yang paling indah. Kebun-kebun anggur berselang seling dengan rumah penduduk.

    Pilihan kedua, bersepeda sejam ke reruntuhan Kastil Durstein tempat Raja Leopold IV mengurung Richard the Lionheart. Lalu bersepeda ke kebun aprikot dan menikmati wine. Bagi anak-anak, disiap jus anggur. Sebelum Anda pergi, pengelola perkebunan aprikot dan anggur memberi oleh-oleh stoples selai aprikot.

    Kota Melk di Lembah Wachau, di bantaran Sungai Danube merupakan kota dengan lanskap perbukitan hijau. Penduduknya memiliki usaha perkebunan anggur dan jadi destinasi wisata Austria. Foto: @worldskinbee

    Sore itu, wisatawan bisa bersantai di kapal pesiar dengan es krim sambil menikmati sore. Lalu kapal melaju ke Krems.

    Hari kelima. Perjalanan Anda ditutup di kota apelabuhan sungai Krems. Sesampai di Wina, wisatawan bisa menikmati tur wisata kota. Mendengarkan musik, menikmati kue-kue khas Wina dan menelusuri peninggalan Dinasti Hapsburg.

    Wina dulunya ibu kota kekaisaran Austro-Hungaria yang menguasai sebagian besar Eropa tengah. Saat Imperium Austro-Hungaria runtuh, Wina menjadi kota dengan koleksi museum dan monumen terbesar di Eropa.  

    Wisatawan juga bisa menyambangi beberapa situs yang terkait dengan tokoh budaya Wina yang terkenal antara lain seperti Mozart, Haydn, dan Freud. Dan tentu saja ikon Wina, Warisan Dunia UNESCO, Istana Schonbrunn.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.