Dokter Ini Mengajak Pasien COVID-19 Menikmati Senja

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liu bersiap mengantarkan makanan ke sebuah rumah sakit  di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 26 Februari 2020. Liu diberi julukan kesayangan oleh para petugas medis dengan sebutan

    Liu bersiap mengantarkan makanan ke sebuah rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 26 Februari 2020. Liu diberi julukan kesayangan oleh para petugas medis dengan sebutan "Raincoat Sister" (Saudari Berjas Hujan) karena dia selalu mengenakan jas hujan lantaran tidak adanya pakaian pelindung. Xinhua/Cheng Min

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah foto yang menampilkan gambar seorang dokter berdiri di samping tempat tidur pasien memandangi matahari terbenam. Dokter itu, bersama pasiennya tampak sama-sama menunjuk matahari di antara gedung.

    Menurut laporan China Daily, pasien virus corona COVID-19 berumur 87 tahun yang sedang menjalani pemulihan itu, baru sempat lagi memandangi matahari.

    "Pria lanjut usia itu telah berada di ruang perawatan selama hampir satu bulan, yang membuatnya sedikit tertekan. Saya pikir sinar matahari mungkin menghiburnya," kata Liu Kai, dokter yang menangani pasien itu.

    Pasien berumur 87 tahun itu diterima pada 9 Februari 2020. Sore itu menjadi kesempatan pasien melihat matahari terbenam, di luar ruang perawatan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan. Liu Kai sengaja menghentikan sejenak tempat tidur beroda itu di luar rumah sakit. Saat itu dalam perjalanan kembali dari computed tomography (CT) scan, pada Kamis, 5 Maret 2020, sore.

    Ketika Liu Kai mengusulkan untuk sejenak melihat pemandangan matahari terbenam, pasien itu segera mengangguk. "Gagasan itu menerangi imajinasi ketika saya melihat sinar matahari. Sejak datang ke Wuhan, kami telah bekerja bergiliran sepanjang waktu, saya juga ingin sesaat menikmatinya," kata Liu Kai.

    Ia menceritakan, hanya lima menit di luar melihat matahari waktu sore. "Suasana hati pasien membaik, ia segera tertidur setelah kembali," tuturnya.

    Tampilan foto itu memikat perhatian warganet. Ketika foto itu muncul di media sosial, banyak warganet yang menyukai. Ada pula yang menyebut gambar foto itu sebagai pemandangan hangat selama wabah virus corona. Hal itu terkait harapan terbaik untuk para pasien dan pekerja medis.

    Dokter Liu Kai bersama dengan seorang pasien yang terinfeksi memandang matahari tenggelam. Foto: Gan Junchao/China Daily

    Dikabarkan pula oleh AsiaOne, bahwa keadaan pasien itu dalam tahapan membaik. "Pasien juga seorang pemain biola, sekarang sudah mulai pulih dan bernyanyi setiap hari. Ia berjanji untuk membawakan lagu When Will You Return?," kata Liu Kai, sambil menambahkan bahwa pasien akan menyanyikan lagu itu ketika rampung masa pemulihan.

    Liu Kai menyampaikan, ia pun ingin bepergian dengan pasien itu. "Aku juga berjanji dengan dia untuk melihat bunga sakura bersama setelah epidemi."

    CHINA DAILY | ASIAONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.