Ini Makna Kunjungan Raja Belanda, Menurut Sultan HB X

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Belanda Willem Alexander bertukar cinderamata dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat melawat ke Keraton Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Raja Belanda Willem Alexander bertukar cinderamata dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat melawat ke Keraton Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, YogyakartaRaja Keraton yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X (Sultan HB X) mengatakan, kunjungan Raja Belanda Willem Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke Keraton Yogyakarta pada Rabu, 11 Maret 2020, untuk tapak tilas perjalanan Ratu Beatrix, ibunda Pangeran Willem.

    "Dulu kan beliau (Raja Belanda) pernah ikut ibunya, Ratu Beatrix, saat datang ke sini (Keraton). Tapi saat itu masih jadi pangeran, sekarang sudah jadi raja," ujar Sultan HB X, usai menerima kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Keraton Yogyakarta.

    Sultan menuturkan saat masih pangeran, Raja Belanda juga sudah menyambangi beberapa daerah di Indonesia seperti Danau Toba hingga Kalimantan, "Jadi beliau itu ke Indonesia melanjutkan perjalanan orangtua dan kakeknya," ujarnya.

    Raja Belanda, ujar Sultan HB X, merasa senang karena bisa kembali lagi kedua kali ke Keraton Yogyakarta setelah belasan tahun tak bersilaturahmi, "Beliau senang bisa kembali kedua kalinya ke sini, dengan kedudukannya yang sudah berbeda, yakni sebagai raja yang didampingi ratunya," ujarnya.

    Dalam kunjungan selama kurang lebih dua jam itu, Sultan menuturkan lebih banyak membicarakan kabar masing masing keluarga. Tak ada pembicaraan serius, "Kalau sama saya ngobrol biasa. Tapi kalau sama Mangkubumi (putri sulung Sultan HB X) ya ngomong soal kerja sama," ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Sultan HB X mengatakan pihaknya sempat memberi cinderamata kepada Raja Belanda berupa kerajinan blangkon yang terbuat dari perak. Namun Sultan tak tahu apa yang diberikan Raja Belanda kepada Keraton, "Aku ora ngrasake, wong ditutup (saya tak merasakan, orang bungkusannya ditutup)," katanya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.