Lagi, Kapal Pesiar Dilarang Berlabuh Karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbang dari Moffett Federal Airfield, 129th Rescue Wing mengirimkan alat uji virus Corona ke kapal pesiar Grand Princess di lepas pantai California, AS dalam gambar dari video yang diperoleh Reuters pada 5 Maret 2020. [California National Guard / Selebaran melalui REUTERS]

    Penerbang dari Moffett Federal Airfield, 129th Rescue Wing mengirimkan alat uji virus Corona ke kapal pesiar Grand Princess di lepas pantai California, AS dalam gambar dari video yang diperoleh Reuters pada 5 Maret 2020. [California National Guard / Selebaran melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, JakartaKapal Pesiar Grand Princess tertahan di lepas pantai San Fransisco. Mereka belum bisa merapat ke pelabuhan ataupun melanjutkan perjalanan ke Meksiko.

    Seturut berita dari Majalah Travel and Leisure, Kapal Pesiar Grand Princess tertahan, karena terdapat pasien virus corona meninggak dunia yang sebelumnya menjadi penumpan di kapal tersebut pada bulan lalu.

    Kematiannya, menjadi kasus virus corona pertama yang terjadi di California. Kasus tersebut mendorong Gubernur California, Gavin Newsom untuk mengumumkan keadaan darurat.

    Sebanyak 45 penumpang dan kru yang saat ini berada di Grand Princes telah diidentifikasi untuk pengujian, menurut kabar dari Princess Cruise Lines. Jadwal saat ini, mereka yang diteliti adalah penumpang dan kru dari rute San Francisco ke Hawaii.

    Dalam upaya menahan potensi virus, perlatan tes diturunkan ke kapal dengan menggunakan tali dari helikopter militer. Lalu diambil lagi dengan helikopter untuk dianalisis, demkian The Associated Press melaporkan.

    Pada Jumat sore, 6 Maret 2020, setidaknya lima orang yang berada dalam perjalanan dari San Francisco ke Meksiko - yang berlangsung dari 11 Februari hingga 21 Februari - telah dipastikan terjangkit virus corona, menurut CBS San Diego.

    "Kapal tidak akan sampai di pantai, sampai kami menilai penumpang dengan tepat," kata Newsom kepada AP.

    Selain itu, semua tamu di kapal telah diminta untuk tinggal di kamar – sesuai kewarganegaraan mereka -- sementara menanti hasil tes. Makanan dikirim kepada penumpang di kamar, dan mereka diberikan internet gratis dengan bandwidth yang ditingkatkan.

    Saat ini ada 3.533 orang di atas kapal dari 54 negara, menurut jalur pelayaran, termasuk 2.422 tamu dan 1.111 awak kapal. Sesuai jalur pelayaran, Kapal Pesiar Grand Princess, harusnya menuju ke  Hawaii. Kapal pesiar itu, seharusnya berangkat pada 7 Maret, namun telah dibatalkan.

    Pengujian virus corona juga dilakukan kepada armada Princess Cruise Lines lainnya. Diamond Princess, menghabiskan waktu berminggu-minggu dikarantina di Jepang. Lebih dari 700 orang positif terinfeksi virus corona di kapal itu, yang pertama kali berlayar pada 20 Januari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.