3 Proyek Wisata Penting di Yogyakarta untuk Genjot Wisata 2021

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara YIA diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wisata Borobudur dan Yogyakarta. Dok. Kemenparekraf

    Bandara YIA diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wisata Borobudur dan Yogyakarta. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah DI Yogyakarta memiliki tiga proyek prioritas strategis yang akan dikerjakan tahun 2021. Tiga proyek infrastruktur itu dibangun untuk mendulang pendapatan di sektor pariwisata.

    Ketiga proyek itu ialah pembangunan Jogjakarta Outer Ringroad (JORR), penyelesaian konstruksi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), dan penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto. Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menyampaikan tiga rencana pembangunan infrastruktur tersebut di depan Menteri Perencanaan Pembangunan, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, pekan ini.

    Sri Sultan menyampaikan, apabila ketiga proyek tadi dilaksanakan dengan baik, maka hasilnya akan mampu mengoptimalkan potensi DI Yogyakarta, terutama mendukung keberadaan Bandara Yogyakarta International Airport atau YIA. "Masing-masing proyek memiliki nilai strategis, saling mendukung, serta terintegrerasi dengan bandara YIA," ujar Sultan, Rabu 4 Maret 2020.

    Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    Sri Sultan menjelaskan, penyelesaian konstruksi Jalur Jalan Lintas Selatan akan memperkuat ketahanan ekonomi. JJLS diprediksi meningkatkan devisa pada sektor pariwisata menjadi USD 30 miliar pada 2024. Untuk kunjungan wisatawan domestik sekitar 350 sampai 400 juta orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 22,3 juta kunjungan.

    Adapun proyek Jogjakarta Outer Ring Road yang akan mengintegrasikan Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo keCandi Borobudur. JORR memiliki panjang 113,413 kilometer dengan estimasi biaya Rp 5,84 triliun.

    Pembenahan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Yogyakarta, Sri Sultan mengatakan, akan mampu meningkatkan produksi perikanan tangkap sebesar 10,10 juta ton pada tahun 2024. Dengan begitu, ekspor hasil perikanan meningkat menjadi USD 8 miliar. "Pelabuhan Tanjung Adikarto akan terintegrasi dengan pelabuhan perikanan dan fish market bertaraf internasional," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.