5 Destinasi Wisata, Diklaim RedDoorz Bebas Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah akan giat mempromosikan pariwisata di dalam negeri setelah ITB Berlin dibatalkan. Salah satunya destinasi yang gencar dipromosikan adalah Labuan Bajo yang terkenal dengan pemandangan senjanya. Dok. Kemenparekraf

    Pemerintah akan giat mempromosikan pariwisata di dalam negeri setelah ITB Berlin dibatalkan. Salah satunya destinasi yang gencar dipromosikan adalah Labuan Bajo yang terkenal dengan pemandangan senjanya. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona menjadi masalah dalam bisnis pariwisata dunia. Virus itu kini berada di hamper semua destinasi wisata utama dunia, mulai dari Singapura, Jepang, Korea Selatan, Prancis, hingga Italia. Indonesia, akhirnya dinyatakan telah dimasuki virus corona tersebut.

    Tapi, jangan sampai informasi virus corona mencegah pelancong untuk pelesiran menikmati keindahan nusantara. Untuk menggairahkan pariwisata dalam negeri, RedDoorz mengampanyekan wisata bertema #SemudahItu. 

    Aplikasi pemesanan dan manajemen kamar hotel itu, mengajak masyarakat untuk tetap beraktivitas dan berlibur, meskipun terdapat kasus infeksi virus corona. Berikut lima destinasi wisata yang direkomendasikan RedDoorz – dan belum terpapar wabah virus corona.

    Pontianak, Kalimantan Barat

    Pontianak merupakan kota yang sangat cocok bagi wisatawan, yang suka berburu kuliner khas daerah. Kota ini menyimpan berbagai menu makanan unik yang wajib dicoba. Salah satunya berupa ce hun tiaw, jajanan es campur ala Pontianak yang khas. Disajikan bersama sagu potong yang dicampur dengan kacang merah, ketan hitam, mutiara, dan bongko (ati pari).

    Kudapan lain dari kota Khatulistiwa itu adalah es krim Angi, yang disuguhkan dalam batok kelapa, dan secangkir kopi legenda Koh Asiang yang dibuat dengan metode Hainan, ditarik-ulur hingga berbuih. 

    Hidangan es krim dalam tempurung kelapa muda di Es Krim Angi, Pontianak, Kalimantan Barat. TEMPO/Bram Setiawan

    Kebumen, Jawa Tengah

    Pernah mendengar Benteng Van Der Wijck? Benteng ini merupakan salah satu destinasi wisata yang berada sekitar 19 kilometer dari pusat kota Kebumen. Benteng peninggalan kolonial Belanda ini memiliki tempat yang instagenik. Selain wisata sejarah, Kebumen juga memiliki pantai yang oke,  Pantai Menganti. Pasir putih dan peairannya yang jernih, dikepung perbukitan dan tebing. Wisatawan bisa berjemur, berenang, ataupun sekadar bersantai di pinggir pantai. 

    Banyuwangi, Jawa Timur

    Banyuwangi terkenal dengan pantai-pantainya yang elok. Selain itu, Banyuwangi juga kaya dengan berbagai festival dan kopi. Ikon wisatanya adalah Gunung Ijen dan Taman Nasional Baluran.  Taman Nasional Baluran dijuluki sebagai “Little Africa in Java”, karena mirip dengan pemandangan savana yang ada di Afrika. Kawasan dengan luas sekitar 25.000 hektar ini, digunakan khusus untuk melindungi berbagai macam ekosistem flora dan fauna.

    Salah satu event tahunan yang layak dikunjungi berupa ‘Banyuwangi Ethno Carnival’. Festival tahunan, yang memamerkan busana-busana etnik itu, berparade melalui rute sepanjang kurang lebih 2 kilometer, dimulai dari Taman Blambangan hingga Kantor Bupati Banyuwangi. 

    Sejumlah Rusa Timor (Cervus timorensis russa) mencari makan di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 31 Juli 2019. aman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. ANTARA/Budi Candra Setya

    Sabang, Aceh

    Sabang merupakan wilayah paling barat dari Indonesia. Salah satu kota terujung di Aceh itu,   terletak di Pulau Weh – yang tenar dengan wisata selamnya. Wisata bahari bisa dilakukan di Pantai Iboih yang menjadi tujuan utama wisata di Sabang. Pantai ini mempunyai ombak yang tenang, jadi pas untuk berenang maupun snorkeling.

    Tana Toraja, Sulawesi Selatan

    Tana Toraja merupakan wilayah yang sangat menjaga tradisinya. Wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Tana Toraja Utara, merupakan sentra kopi arabika sejak zaman Belanda. Tana Toraja juga dikenal karena memiliki upacara kematian yang jadi salah satu ritual kematian terbesar di Indonesia.

    Masyarakat adat Toraja menyembelih babi saat Upacara Mangrara Banua secara Aluk Todolo di Sangalla, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 27 Desember 2017. Mangrara Banua merupakan upacara peresmian rumah adat Tongkonan sebelum ditinggali. ANTARA/Zabur Karuru

    Di Desa Kete Kesu, kompleks rumah adat Tana Toraja, wisatawan bisa menjumpai rumah adat Tongkonan. Berlokasi di kawasan perbukitan dan persawahan, rumah adat ini merupakan persemayaman mayat sebelum akhirnya dikebumikan. Tak lengkap berada di Tana Toraja tanpa ke Londa, kompleks kuburan yang berada di tebing batu besar yang dikelilingi pegunungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.