Qatar Hadirkan Masakan Rumah di Pesawat, Kuliner Asli Indonesia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu Quisine dari Qatar Airways yang terdiri dari hidangan Indonesia. TEMPO | Rini Kustiani

    Menu Quisine dari Qatar Airways yang terdiri dari hidangan Indonesia. TEMPO | Rini Kustiani

    TEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan Qatar menghadirkan menu Quisine yang berisi hidangan asli Tanah Air untuk penerbangan dari dan ke Indonesia.

    Makanan Indonesia yang tersaji antara lain nasi semur ayam, nasi ayam bumbu Bali, nasi kuning dengan santan gulai ayam, semur daging dengan saus krim mustard. Ada pula daging cincang dengan saus krim lobak, kwetiaw goreng lada hitam, dan bihun goreng saus tiram jahe.

    "Tak ada yang lebih nikmat selain masakan rumah. Sebab itu kami menghadirkannya di pesawat untuk penumpang termasuk di kelas ekonomi," kata Country Manager Qatar Airways untuk Indonesia, Ajay Jacob di Gedung Purantara, Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Rabu 26 Februari 2020.

    Country Manager Qatar Airways untuk Indonesia, Ajay Jacob di Gedung Purantara, Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang. TEMPO | Rini Kustiani

    Selain menu baru ini, porsi hidangan, menurut Jacob, juga ditambah 20 persen untuk hidangan pembuka, 25 persen untuk hidangan utama, dan 50 persen untuk hidangan penutup.

    Menu Quisine dari Qatar Airways yang terdiri dari hidangan Indonesia. TEMPO | Rini Kustiani

    Culinary Development Manager Qatar Airways, Decha Mingkwan mengatakan sengaja menyuguhkan makanan Indonesia karena pada prinsipnya makanan yang lezat adalah masakan ibu. "Dan itu yang paling enak buat setiap orang. Orang Indonesia ingin makan makanan yang sudah biasa mereka santap, sudah sesuai dengan cita rasa mereka," katanya.

    Culinary Development Manager Qatar Airways, Decha Mingkwan saat menjelaskan menu Quisine di Gedung Purantara, Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang. TEMPO | Rini Kustiani

    Salah satu tantangan dalam membuat masakan Indonesia, menurut Mingkwan, adalah menjaga konsistensi rasanya. Sebab itu, dia membuat pakem detail komposisi berbagai bahan untuk membuat setiap hidangan. "Semua makanan ini tidak dibekukan. Kami memasak enam jam sebelum disantap," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.