Karnaval Venesia di Italia Ditutup untuk Bendung Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung karnaval bertopeng mengenakan masker pelindung di Venice Carnival di Venesia, Italia, Ahad, 23 Februari 2020. Sejumlah acara di dua hari terakhir karnaval tahunan terbesar di kota ini telah dibatalkan karena wabah virus corona atau Covid-19 di negara tersebut. REUTERS/Manuel Silvestri

    Pengunjung karnaval bertopeng mengenakan masker pelindung di Venice Carnival di Venesia, Italia, Ahad, 23 Februari 2020. Sejumlah acara di dua hari terakhir karnaval tahunan terbesar di kota ini telah dibatalkan karena wabah virus corona atau Covid-19 di negara tersebut. REUTERS/Manuel Silvestri

    TEMPO.CO, Jakarta - Italia telah menutup Karnaval Venesia tiga hari lebih awal dan mengkarantina 11 kota, serta menahan pergerakan sekitar 50.000 orang, untuk menahan penyebaran wabah koronavirus.

    Pemerintah Italia mengisolasi 10 kota kecil di Lombardy dan 1 di Veneto. Wilayah Lombardy, Veneto, Friuli-Venezia Giulia, Piemonte dan Emilia Romagna, pemerintah Italia menerapkan langkah-langkah termasuk penangguhan acara publik maupun pribadi. Mereka juga meliburkan sekolah dan pendidikan tinggi. Serta penundaan pembukaan museum dan lembaga budaya selama tujuh hari.

    Sebagaimana dinukil dari Travel Magazine, pada hari Jumat (21/2) lalu, Italia menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan kematian akibat virus corona. Dua lagi meninggal dunia pada akhir, sementara seorang lansia meninggal dunia pada Senin (24/2). Pemerintah Italia melaporkan lebih dari 150 orang telah terinfeksi.

    Imbas mewabahnya virus corona tersebut, membuat semua acara olahraga - termasuk pertandingan sepak bola seperti Inter Milan vs Sampdoria dan Torino vs Parma, Verona vs Cagliari dan Atalanta vs Sassuolo - dibatalkan dan sekolah ditutup selama sekitar dua minggu.

    Tetangga Italia, Austria, bergegas mengontrol perbatasan dengan ketat. Negara itu menolak kereta api yang menuju atau dari Venesia ke Munich. Hal tersebut dilakukan setelah Italian State Railways, memberi tahu operator kereta Austria, OBB, bahwa ada dua orang dengan gejala demam di kereta menuju Munich. Namun, Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer kemudian mengkonfirmasi kepada BBC bahwa pasangan tersebut dinyatakan negatif dari virus corona.

    Situasi di Italia

    Italia telah memberlakukan pembatasan karantina ketat di dua wilayah “hotspot” utara dekat Milan dan Venesia. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan bahwa "tindakan luar biasa" akan mulai berlaku untuk membendung meningkatnya jumlah kasus virus corona. Isolasi tersebut diharapkan berlangsung hingga 1 Maret.

    Sejumlah pengunjung mengenakan masker pelindung saat berfoto bersama di Venice Carnival di Venesia, Italia, Ahad, 23 Februari 2020. Kota Venesia dipadati wisatawan dari mancanegara saat penyelenggaraan karnaval tahunan tersebut. REUTERS/Manuel Silvestri

    Angelo Borrelli, kepala Departemen Perlindungan Sipil Italia mengatakan bahwa dari 110 kasus yang dikonfirmasi berada di Lombardy, dengan 21 di Veneto dengan yang lain di Emilia-Romagna dan Lazio. Mengenai penyebaran wabah, pemerintah Italia belum bisa memastikan sumber virus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.