Bermain Sambil Belajar tentang Salju Ada di Snow School

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darbandsar memiliki resor ski yang dikelola swasta. Lokasinya bisa dipakai bermain ski hingga enam bulan dalam setahun. Fred Pleitgen/CNN

    Darbandsar memiliki resor ski yang dikelola swasta. Lokasinya bisa dipakai bermain ski hingga enam bulan dalam setahun. Fred Pleitgen/CNN

    TEMPO.CO, Jakarta - Bermain salju bukan sekadar untuk kegiatan tamasya, tapi juga menarik untuk belajar tentang salju. Snow School adalah satu dari beberapa program yang ditawarkan oleh organisasi nirlaba North Cascades Institute untuk anak-anak, orang dewasa, dan keluarga yang berkunjung ke wilayah pegunungan.

    Mengutip goSkagit, pada pertengahan Februari 2020, Snow School mengajak 28 siswa Concrete School District untuk menjelajahi hamparan salju di Mountain Baker Ski Area, sebuah resor ski di Washington, Amerika Serikat. "Ini adalah kesempatan yang menarik karena banyak anak-anak yang belum pernah ke sini atau belum punya pengalaman berseluncur salju," kata Sacha Buller, guru sains Concrete School District.

    Program Snow School rencananya bakal dibuat rutin setiap musim dingin. Para siswa belajar tentang kepadatan salju serta kandungan airnya. Ada pula edukasi tentang potensi bahaya longsoran salju. Ketika berada di area resor ski, para siswa bisa merasakan lanskap bersalju. Mereka juga berkesempatan untuk lebih jelas mengamati puncak Gunung Shuksan dan Gunung Baker, serta belajar tentang ilmu lingkungan.

    Program ini diharapkan mengedukasi sekitar 700 siswa saat musim dingin, termasuk dari semua siswa sekolah menengah di Burlington-Edison School District. Tahun ini untuk menandai kali pertama beroperasi, yang berpartisipasi adalah Concrete School District.

    Instruktur Snow School, Muriel Troka memberikan pandangan untuk menginspirasi minat dari para siswa bila kelak ingin berkarier di bidang lingkungan. "Banyak orang di Concrete yang tidak menghabiskan banyak waktu di pegunungan, meskipun mereka sangat dekat. Ini pengalaman untuk masuk ke dalam ilmu pengetahuan," kata Troka.

    Menurut dia, penduduk Concrete -sebuah kota di utara-tengah Skagit, Washington, yang melihat salju di rumah, tak sama dengan di area ski. Ketinggiannya sekitar 4.000 kaki atau 1.219 meter dari Concretre. "Aku tidak tahu banyak tentang salju di sini," kata Kelly Savage, 14 tahun, seorang yang ikut dalam program Snow School. Dia heran ketika melihat tiang setinggi 2,4 meter yang seluruhnya tertimbun salju.

    Dari penjelajahan itu, Kelly Savage juga mempelajari hubungan antara salju di pegunungan dan sungai-sungai di dekat kota. "Semua air tawar berasal dari pegunungan," katanya. Adapun salju yang mencair pada musim semi dan musim panas akan mengalir ke Sungai Baker, kemudian mengalir ke selatan dari Sungai Skagit di Washington

    "Pikirkan di mana kita berada dan bagaimana semua air ini akan turun lalu bertemu di Concrete," kata Mabel Miller, instruktur Snow School. Para siswa juga mendapatkan pemahaman tentang gletser di Gunung Baker, serta puncak lain di Cascades Utara. Mengutip laman North Cascades Institute, organisasi itu memiliki program untuk mempelajari sejarah alam dan budaya. Penjelajahan dari Cascades Utara hingga Skagit dan Methow Valleys, Laut Salish dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.