Kunjungan Turis Menurun, Destinasi Wisata Singapura Tak Terganggu

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan dari udara Universal Studios Singapore, yang berada di kawasan Sentosa Island, di Singapura, 4 Juni 2018. Pada periode penjajahan Jepang, ribuan orang dibunuh dalam operasi untuk menyapu bersih komunitas etnis Cina yang anti-Jepang. Dari sejumlah lokasi pembantaian, salah satunya adalah pantai di pulau Sentosa. REUTERS/Edgar Su

    Pemandangan dari udara Universal Studios Singapore, yang berada di kawasan Sentosa Island, di Singapura, 4 Juni 2018. Pada periode penjajahan Jepang, ribuan orang dibunuh dalam operasi untuk menyapu bersih komunitas etnis Cina yang anti-Jepang. Dari sejumlah lokasi pembantaian, salah satunya adalah pantai di pulau Sentosa. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Pariwisata Singapura merosot karena wabah virus corona COVID-19. Sejak kondisi sistem penanggulangan wabah penyakit (DORSCON) virus corona sudah di tingkat oranye, Singapore Tourism Board mencatat, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 20 ribu orang per hari.

    Meski terkena dampak wabah virus corona, aktivitas pariwisata di Singapura berjalan seperti biasa, "Tidak ada objek wisata yang ditutup untuk turis, semua bisa dikunjungi," kata Direktur Area Singapore Tourism Board Indonesia (Jakarta) Mohamed Firhan Abdul Salam saat jumpa media di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.

    Singapore Tourism Board tetap dengan perencanaan meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Beberapa pekerjaan pun terus berkembang antara lain di Mandai Nature Precinct, Jurong Lake District, Sentosa-Brani masterplan, peremajaan Orchard Road, dan perluasan integrated resort.

    Pimpinan Eksekutif (CEO) Singapore Tourism Board Keith Tan mengatakan, investasi dalam bidang pariwisata perlu untuk meningkatkan daya tarik destinasi serta membangun kepercayaan.

    "Ketika keadaan mulai membaik, Singapura dapat segera melakukan pemulihan untuk pertumbuhan yang kuat. Singapura memiliki keberlanjutan untuk menarik wisatawan baru maupun yang sudah pernah berkunjung,” kata Keith Tan, dikutip dari siaran resmi Singapore Tourism Board.

    Pariwisata Singapura pernah mengalami tantangan ketika wabah sindrom pernapasan akut berat (SARS) pada 2003. "Namun, tidak seperti saat SARS dahulu, kali ini kami lebih siap dan tangguh. Destinasi kami tetap atraktif, memiliki pipeline produk pariwisata yang kuat, dan portofolio pasar yang beragam,” ujarnya.

    Sebelum merebak wabah virus corona, kunjungan keseluruhan wisatawan di Singapura termasuk dalam tren yang baik selama empat tahun belakangan. Kunjungan wisatawan global ke Singapura naik 3,3 persen mencapai 19,1 juta wisatawan pada 2019. Pertumbuhan itu, kata dia, mencerminkan kekuatan mendasar pariwisata Singapura.

    Pengunjung memandangi kota Singapore dari atas sambil berenang di Infinity Pool Marina Bay Sands, Singapura, 6 Maret 2019. Kolam renang ini berada di atas menara Marina Bay Sands yakni di lantai 57. Tempo/Fardi Bestari

    "Kami akan terus membangun kapabilitas, melakukan transformasi dalam bisnis pariwisata, dan bangkit setelah COVID-19," kata Keith Tan.

    Singapura memiliki beberapa program baru pada 2020 antara lain Magical Shores di Siloso, Dota 2 Singapore Major dan Matisse & Picasso.

    Ada pula deretan acara di sektor BTMICE selama 2020 dan beberapa tahun ke depan. Beberapa acara itu antara lain Gamescom Asia (2020), Asia Pacific Life Insurance Congress (2021), The Million Dollar Round Table Global Conference (2021) dan World Congress of Dermatology (2023).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.