Kembang Kempis Pariwisata Singapura Karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berjalan-jalan di atas dek observasi Sands SkyPark, Hotel Marina Bay Sands, Singapura, 6 Februari 2016. Hotel ini dibangun menghadap ke Teluk Marina, Singapura. TEMPO/Charisma Adristy

    Wisatawan berjalan-jalan di atas dek observasi Sands SkyPark, Hotel Marina Bay Sands, Singapura, 6 Februari 2016. Hotel ini dibangun menghadap ke Teluk Marina, Singapura. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Pariwisata Singapura tahun ini menghadapi tantangan virus corona COVID-19. Menurut catatan Singapore Tourism Board (STB), sebelum merebak wabah virus corona, kunjungan keseluruhan wisatawan di Singapura termasuk dalam tren yang baik selama empat tahun belakangan.

    Kunjungan wisatawan global ke Singapura naik 3,3 persen mencapai 19,1 juta wisatawan pada 2019, "Pasar (wisatawan) Indonesia itu, tahun 2019 jumlahnya 3,11 juta (orang)," kata Direktur Area Singapore Tourism Board Indonesia (Jakarta) Mohamed Firhan Abdul Salam saat jumpa media di bilangan Sudirman Central Busines District (SCBD), Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020. Ia menambahkan, kunjungan wisatawan Indonesia termasuk peringkat kedua terbanyak di Singapura.

    Ketika merebak wabah virus corona, pihak STB mengakui adanya dampak penurunan jumlah wisatawan. Khususnya, dari Cina yang menyumbang sekitar 20 persen angka kunjungan wisatawan mancanegara, atau di peringkat pertama.

    Meski demikian, menurut Firhan, di tengah isu wabah virus corona, wisatawan Indonesia masih berkunjung ke Singapura. "Mungkin karena dekat atau keperluan bisnis. Kami yakin kontribusi (wisatawan) dari Indonesia akan tumbuh lagi, setelah COVID-19 (berakhir)," tuturnya.

    Dari berbagai kunjungan di Singapura, ada sembilan negara yang kunjungan wisatawannya terus tumbuh pada 2019, yakni Indonesia, Cina, Australia, Filipina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, Vietnam, dan Jerman.

    Kini jumlah kunjungan wisatawan terus berkurang karena wabah virus corona. Hal yang memicu penurunan wisatawan karena kondisi sistem penanggulangan wabah penyakit (DORSCON) virus corona sudah di tingkat oranye.

    Satu paket beras terlihat di rak kosong ketika orang-orang membeli persediaan makanan, setelah Singapura menaikkan tingkat kewaspadaan wabah Virus Corona menjadi status oranye, pada 8 Februari 2020. Diketahui terdapat ada 40 kasus Virus Corona di Singapura. REUTERS/Edgar Su

    "Penurunan wisatawan dari seluruh dunia itu per hari 20 ribu orang," kata Direktur Eksekutif Asia Tenggara STB John Conceicao.

    John Conceicao mafhum bila wisatawan mancanegara khawatir berkunjung ke Singapura. “Kami (juga) mengerti bahwa wisatawan Indonesia memiliki kekhawatiran situasi COVID-19 di Singapura maupun negara lainnya. Namun demikian, kami telah siap menghadapi tahun sulit ke depan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.