Waspada Virus Corona, Ada 48 Unit Hand Sanitizer di Bandara Bali

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa tiket penumpang pesawat maskapai China Southern Airlines tujuan Guangzhou, China, di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 4 Februari 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan CZ 626 yang mengangkut 126 orang penumpang tersebut merupakan pesawat terakhir dari Bali menuju China sebelum pemberlakuan penundaan penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di

    Petugas memeriksa tiket penumpang pesawat maskapai China Southern Airlines tujuan Guangzhou, China, di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 4 Februari 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan CZ 626 yang mengangkut 126 orang penumpang tersebut merupakan pesawat terakhir dari Bali menuju China sebelum pemberlakuan penundaan penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di "mainland" China mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, PT Angkasa Pura I (Persero) menyediakan 48 unit cairan pembersih tangan atau hand sanitizer untuk mengantisipasi potensi persebaran virus corona.

    General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado mengatakan setiap hari ada ribuan penumpang yang lalu lalang di bandara tersebut. "Dengan begitu, potensi risiko dari penumpang tidak dapat diabaikan," kata Herry dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Februari 2020.

    Herry menjelaskan, sebelumnya pihak bandara telah menerapkan penggunaan alat pelindung diri, yaitu masker N95, kacamata pelindung, serta sarung tangan, untuk petugas operasional yang berinteraksi dengan banyak orang. Kini pihak bandara menerapkan langkah pencegahan yang ditujukan untuk para penumpang.

    PT Angkasa Pura I (Persero) menyediakan hand sanitizer sebanyak 48 unit di beberapa area terminal bandara. Adapun di Terminal Keberangkatan Domestik, hand sanitizer ditempatkan di area check-in, orientation zone, serta di ruang tunggu Gate 1 hingga Gate 6.

    Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali tersedia 48 unit hand sanitizer untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dokumentasi: Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai

    "Bandara sebagai tempat yang disinggahi oleh ribuan orang setiap hari, memungkinkan tidak hanya ada satu jenis virus atau bakteri saja," ucap Herry. Ada pula di Terminal Kedatangan Domestik, penempatan cairan pembersih tangan ini di area pintu keluar. Kemudian, di area publik di dekat pelayanan pelanggan atau customer service, serta area kedatangan.

    Sedangkan di Terminal Keberangkatan Internasional, penempatan hand sanitizer meliputi area, check-in counter A hingga E, swing gate, serta ruang tunggu Gate 1, Gate 1C, Gate 2, dan Gate 6. Adapun di Terminal Kedatangan Internasional, hand sanitizer ditempatkan di area visa on arrival, area pengambilan bagasi (baggage claim), serta area pemeriksaan bea cukai dan jalur akses karyawan.

    Herry menambahkan, penyediaan cairan pembersih tangan tak hanya untuk mengantisipasi persebaran virus corona, melainkan sekaligus agar para penumpang bisa tetap menjaga kebersihan. "Setelah berinteraksi dengan banyak orang di bandara, kita dapat mencegah penularan virus atau bakteri ke bagian tubuh atau orang lain," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.