Ini Sebabnya Wisatawan Harus Hati-Hati di Pantai Parangtritis

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SAR berjaga di gardu jaga di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 9 Juni 2016. Sejumlah warga mengaku jumlah kunjungan wisata di kawasan Pantai Parangtritis merosot akibat gelombang tinggi di pesisir selatan DI Yogyakarta sejak beberapa pekan terakhir. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Petugas SAR berjaga di gardu jaga di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 9 Juni 2016. Sejumlah warga mengaku jumlah kunjungan wisata di kawasan Pantai Parangtritis merosot akibat gelombang tinggi di pesisir selatan DI Yogyakarta sejak beberapa pekan terakhir. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Para wisatawan yang suka pelesiran di pantai selatan Yogyakarta harus hati-hati. Salah satunya, Pantai Parangtritis di Bantul.

    Sebab, di bibir pantai itu ada beberapa cerukan yang terisi pasir dan sering berpindah. Ombak yang tinggi sering menyeret wisatawan yang sedang mandi. Tekanan arus bawah juga mempunyai gaya tarik sehingga orang yang terseret ombak sulit melepaskan diri. Tarikan ombak itu sering disebut current

    Sebanyak tujuh mahasiswa di Yogyakarta menjadi korban keganasan ombak pantai selatan itu. Lima orang bisa diselamatkan, namun dua orang tewas terseret ombak, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Satu orang ditemukan saat itu juga dalam keadaan tak bernyawa. Sedangkan satu orang lagi baru ditemukan Senin pagi, 10 Februari 2020. 

    "Korban terakhir ditemukan di tengah laut," kata Koordinator Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Istimewa wilayah III Parangtritis, Muhammad Arief Nugraha, Senin, 10 Februari 2020.

    Kronologi kejadian, pada Sabtu, 8 Februari 2020, rombongan mahasiswa pengunjung wisata Pantai Parangtritis, delapan orang tiba. Mereka menggunakan sepeda motor. Kemudian rombongan itu berbincang-bincang di area pantai. Tidak selang waktu lama, tujuh dari delapan mahasiswa  berinisiatif bermain air di pantai. 

    Mereka tidak menyadari  bermain air di area cerukan pantai, lalu terseret arus ke tengah. Lalu lima  orang dapat terselamatkan. Sedangkan satu orang ditemukan meninggal dunia atas nama Eagan Ben Chang, 20 tahun.

    Satu orang lagi atas nama Jeven Samuel Rendawa, 20 tahun, mahasiswa asal Pekanbaru itu, baru ditemukan oleh tim rescue pada Senin pagi, atau dua hari setelah kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

    Korban Jeven ditemukan Lebih kurang di 1,74 kilometer dari lokasi kejadian. Jasad korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga.

    Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Muhammad Widi, salah satu mahasiswa yang ikut rombongan tidak ikut berenang. Ia mengaku hanya ingin berwisata, tapi memang tidak ikut bermain air laut.

    "Awalnya kami hanya ingin wisata saja. Kami hanya ingin refreshing, saya tidak tahu mereka berenang di pinggir atau di tengah," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.