Jadi Mitra Utama OTM Mumbai, Ini Keuntungan Pariwisata Indonesia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Outbound Travel Mart (OTM) 2020 di Mumbai merupakan langkah Indonesia menaikkan kunjungan wisatawan India. Dok. Kemeparekraf

    Outbound Travel Mart (OTM) 2020 di Mumbai merupakan langkah Indonesia menaikkan kunjungan wisatawan India. Dok. Kemeparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menjadi premium partner atau mitra prioritas dalam ajang pameran pariwisata Outbound Travel Mart (OTM) 2020 di Kota Mumbai. Indonesia turut dalam OTM 2020 sebagai salah satu upaya promosi pariwisata kepada publik di India.

    “Publik India perlu tahu bahwa Indonesia tidak hanya terbatas di Bali. Ada banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik tersebar di seluruh Indonesia," ujar Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) R. Sigit Witjaksono.
     
    Beragamnya destinasi di Indonesia, menurut Sigit, juga menjadi kabar baik bagi pelaku bisnis pariwisata India. Pasalnya, semakin banyak kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka.
     
    OTM merupakan pameran pariwisata yang digelar di Bombay Exhibition Centre, salah satu exhibition centre terbesar di Kota Mumbai. Perhelatan itu digelar pada 3 – 5 Februari 2020, yang menyasar langsung pelaku pariwisata dan masyarakat pelancong India.
     
    Melalui ajang itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya terus aktif menggarap pasar India, “Indonesia kembali mempromosikan ragam destinasi wisatanya, terutama lima destinasi superprioritas di India, dengan berpartisipasi pada acara ini,” katanya.
     
    Pameran pariwisata OTM merupakan pameran pariwisata yang bersifat “business to business” dan ”business to consumer”, selama dua hari pertama berfokus pada transaksi bisnis antara seller dan buyer.
     
    Buyers dari India bertransaksi dalam Outbound Travel Mart (OTM) 2020 di Kota Mumbai, 5-6 Februari 2020. Dok. Kemenparekraf
     
     
    Acara itu pada hari terakhir didatangi khalayak ramai (consumer) yang berpartisipasi langsung di paviliun-paviliun pada pameran tersebut. Para wisatawan India itu mencari penawaran-penawaran menarik ke berbagai destinasi di seluruh dunia. 
     
    Dalam partisipasinya kali ini, Wonderful Indonesia tidak hanya berusaha meningkatkan target selling melalui penjualan paket wisata tetapi juga berusaha menampilkan budaya dan keramahan khas Indonesia melalui pertunjukan tari tradisional, penyajian camilan khas, dan kopi asli Indonesia oleh barista yang siap menyuguhkan citra Indonesia sebagai destinasi favorit.  
     
    ”Ada yang spesial dalam pameran kali ini, dimana Wonderful Indonesia mendapatkan kehormatan bertindak sebagai premium partner,” katanya.
     
    Sebagai premium partner, Wonderful Indonesia memperoleh kesempatan mendapat ”maximum exposure” dengan ditampilkannya logo Wonderful Indonesia di setiap sudut ruang pameran. Indonesia juga mendapatkan lahan terbesar sebesar 300m2. 
     
    Lokasi venue Indonesia kali ini pun sangat strategis di paviliun Nomor B200 tepat di depan meja registrasi pameran. Selain itu Paviliun Indonesia mendapatkan prioritas untuk dikunjungi oleh rombongan agen-agen pariwisata dari beberapa kota di India. 
     
    Kesempatan ini dimanfaatkan pula dengan semakin banyak mengikutsertakan industri pariwisata agar dapat berpartisipasi. Wonderful Indonesia juga diberikan kesempatan memberikan “opening speech” pada inaugural event bertempat di Presentation Lounge pada hari pembukaan pameran, 3 Februari 2019 pukul 12.00 waktu setempat. Opening speech diberikan oleh Agus Saptono, Konjen RI untuk Mumbai.
     
    Agresivitas Indonesia dalam berpromosi ke India ini tidak terlepas dari performa baik kunjungan wisman India ke Indonesia akhir-akhir ini. 
     
    Berdasarkan data terakhir, jumlah kunjungan wisman India ke Indonesia pada periode Januari-November 2019 tercatat sebesar 595.289 atau naik 11,19 persen dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar 536.267. 
     
    Hal ini pulalah yang menarik banyak pelaku pariwisata Indonesia, untuk semakin aktif mempromosikan pariwisata ke India. Tercatat sebanyak 38 industri pariwisata Indonesia yang terdiri dari travel agents/tour operators, hotel, maskapai, restoran, dan lain-lain ikut bergabung dalam paviliun Wonderful Indonesia OTM edisi 2020.
     
    Jumlah ini meningkat dari 30 peserta pada partisipasi Wonderful Indonesia pada OTM 2019. “Mengingat antusiasme dari industri dan buyers ke Paviliun Indonesia ini, organizer OTM menyatakan minatnya untuk di masa yang akan datang dapat mengadakan pameran OTM di Indonesia,” katanya.
     
    Hasil dari partisipasi kegiatan OTM 2020 ini salah satunya adalah potensi pendapatan devisa sebesar US$86,69 juta atau sekitar Rp1,178 triliun, yang didapat dari potensi wisman yang dihasilkan yaitu sebanyak 56.894 kunjungan (PES India 2018=USD 1.523,62/pax dengan kurs USD 1=Rp13.600).
     
    Selain itu, dalam pameran pariwisata terbesar di kota Mumbai ini, beberapa pembicaraan juga dilakukan dengan travel agents dan tour operators besar, serta maskapai penerbangan India seperti Yatra, Thomas Cook India, dan Go Air.
     
    ”Pembicaraan tersebut dilakukan guna menjajaki strategi pemasaran pariwisata Indonesia ke India agar semakin bertumbuh dan juga efektif,” katanya.
     
    Selain itu, di tengah kekhawatiran dunia akan penyebaran novel coronavirus (nCoV), Sigit Witjaksono juga menyatakan bahwa wisman India tidak perlu takut berkunjung ke Indonesia, mengingat Indonesia termasuk negara bebas dari wabah tersebut. 
     
    “Wisman India tidak perlu takut berkunjung ke Indonesia. Sejauh ini di Indonesia tidak ada kasus virus corona, dan Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memonitor dan menjaga Indonesia dari penyebaran virus tersebut," ujarnya. 
     
    "Jadi saya dapat katakan Indonesia sangat aman dikunjungi dan wisman dapat berlibur ke seluruh destinasi di Indonesia tanpa khawatir,” imbuhnya.
     
    Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan, OTM juga merupakan bagian dari kick-off promosi pariwisata Indonesia di India untuk 2020. Sebelumnya Indonesia sukses berpartisipasi pada SATTE 2020 di New Delhi. 
     
    Famtrip jurnalis dan influencer India ini menargetkan wisatawan India yang kini berada di urutan kedua terbesar yang berkunjung ke Bali setelah Cina. Dok. Kemenparekraf
     
    Berbekal acara menarik berupa kegiatan pameran, sales mission, famtrip, kerja sama terpadu, kolaborasi bersama industri pariwisata lokal dan internasional dan lain-lain, Nia menegaskan, Wonderful Indonesia siap untuk menghadapi tantangan melampaui target kunjungan wisatawan India sebesar 850.000 kunjungan di 2020.
     
    “Paviliun Indonesia pada acara ini juga sukses mendapatkan penghargaan Best Decoration Pavilion International,” kata Nia.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.