Semarang Tak Hanya Kota Lama, Ini Dia Destinasi Hitsnya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menunggangi kuda di lokasi Wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 29 Desember 2016. Pumlah kunjungan mengalami peningkatan sekitar 35 persen dari hari biasa seiring musim liburan sekolah, Hari Raya Natal, serta menjelang Tahun Baru 2017. ANTARA/Aji Styawan

    Wisatawan menunggangi kuda di lokasi Wisata Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 29 Desember 2016. Pumlah kunjungan mengalami peningkatan sekitar 35 persen dari hari biasa seiring musim liburan sekolah, Hari Raya Natal, serta menjelang Tahun Baru 2017. ANTARA/Aji Styawan

    TEMPO.CO, JakartaSemarang kini jadi spot wisata urban yang potensial. Warga Semarang yang heterogen menciptakan kuliner yang lezat. Kota itu juga memiliki Kota Lama Semarang yang ikonik, mengingatkan Amsterdam di masa lampau.

    Tapi, bila ingin suasana alam yang instagenik, kunjungilah sekitar Ungaran. Di sana terdapat Candi Gedong Songo, yang dikelilingi beragam destinasi wisata. Berikut destinasi wisata di Kabupaten Semarang, yang dirangkum dari berbagai sumber.

    Pondok Kopi Umbul Sidomukti

    Menurut situs umbulsidomukti.com, kawasan wisata umbul Sidomukti merupakan salah satu Wisata Alam Pegunungan di Semarang, berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. 

    Kawasan wisata ini dengan didukung fasilitas dan pelayanan untuk outbond training, adrenalin games, taman renang alam, camping ground, pondok wisata, pondok lesehan, serta meeting room. Pondok Kopi Umbul Sidomukti merupakan tempat yang asyik untuk menikmati sore, dalam balutan cuaca sejuk, kopi hangat, dan roti bakar. Selain itu, restonya menyediakan beragam kuliner, yang pas dinikmati sambal kongkow-kongkow bersama kolega.

    Pondok Kopi Umbul Sidomukti destinasi wisata untuk menikmati suasana sejuk pinggiran Semarang. Destinasi ini memiliki kafe dan resto yang pas untuk bersantai dengan kolega maupun keluarga. Foto: @ayodolan

    New Sabana Rawa Pening

    Padang rumput tak hanya ada di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Semarang juga memiliki padang rumput, yang disebut sebagai New Sabana Rawa Pening. Destinasi ini dulunya merupakan danau yang mendangkal. Lalu menjadi Rawa Pening, kemudian mongering menyisakan padang rumput. Bila musim hujan, padang rumput ini kembali menjadi rawa.

    Lokasi New Sabana Rawa Pening berada di wilayah Dusun Klurahan, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Untuk menjangkaunya tak sulit, karena dilewati oleh berbagai jenis kendaraan. Pengunjung biasanya berswafoto atau bermain laying-layang. Pada saat cuaca cerah,  pengunjung bisa menyaksikan Gunung Telomoyo, Merbabu dan Ungaran.

    Watu Gunung

    Di lereng Gunung Ungaran terdapat pemandian Watu Gunung Ungaran. Di ketinggian 2.050 mdpl itu, pemandian Watu Gunung memiliki sumber air panas, yang digunakan untuk berendam para wisatawan. 

    Jadi, di tengah kesejukan hawa gunung, wisatawan bisa merasakan kehangatan. Pemandian Watu Gunung Ungaran disebut juga sebagai Kolam Renang Lerep, memiliki air yang jernih dari sumber mata air panas alami.

    Di sekitar kolam terdapat  saung atau pendopo berukuran mini dengan bentuk bangunan tradisional. Kesan tradisional dikuatkan dengan Rumah Joglo dan peralatan gamelan. Bangunan itu kerap digunakan wisatawan untuk berswafoto dan berbagai kegiatan rekreatif lainnya.

    Sejumlah warga berwisata di sabana (padang rumput) dasar Danau Rawa Pening yang mengering di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/9). ANTARA/Aditya Pradana Putra.

    Ayana Gedong Songo

    Ayana Gedong Songo merupakan taman untuk bersantai warga. Selain ditata dengan pepohonan dan bunga yang indah, hal yang paling menarik dari taman ini adalah spot-spot instagenik. Rupa-rupa dekorasi didedikasikan bagi mereka yang suka berswafoto.

    Taman yang instagramable ini mulai dibuka untuk umum pada 11 Juni 2018. Karena memiliki konsep yang unik, tempat ini langsung banyak menarik perhatian pengunjung. Menurut pengelola, total ada 35 spot foto yang tersedia di tempat ini.

    Untuk bisa befoto dengan suasana oke itu, pengunjung dikutip biaya Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Lokasinya berdekatan dengan Candi Gedong Songo.

    Ayana Gedong Songo, taman yang didedikasikan untuk penggemar swafoto. Foto: @ferdynandinata

    Vanaprastha Gedong Songo Park

    Masih di Kawasan Candi Gedong Songo, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, terdapat Vanaprastha Gedong Songo Park. Destinasi ini berada di ketinggian 1.200 mdpl, berupa hutan pibus yang memiliki pondok-pondok kayu, untuk menginap wisatawan.

    Keasrian dan kesejukan hutan pinus, menjadi daya Tarik utama Vanaprastha Gedong Songo Park. Bila pantai menjanjikan senja yang indah, hutan pinus Vanaprastha Gedong Songo Park, menawarkan pemandangan matahari terbit yang elok. Selain itu, terdapat instalasi panggung di pohon pinus yang bisa dipakai bersantai dan berswafoto pengunjung. 

    Untuk bersantai, hutan pinus ini dilengkapi taman, hamook, dan bangku-bangku. Di Vanaprastha Gedong Songo Park terdapat tiga rumah cagar budaya, yang salah satunya sudah berusia lebih dari satu abad. Dulunya rumah itu digunakan sebagai kantor resmi Kehutanan pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.

    Vanaprastha Gedong Songo Park merupakan wisata hutan pinus yang bisa digunakan untuk kegiatan berkemah. Foto: @dinaaktiningrum

    Klenteng Sam Po Kong

    Klenteng Sam Poo Kong berada di kawasan Bukit Simongan, yang merupakan situs sejarah dari abad pertengahan. Klenteng tersebut dulunya merupakan Goa Batu, yang diyakini disinggahi Laksamana Cheng Ho pada 1416,  karena juru mudi kapalnya, Ong Keng Hong, sedang sakit keras. Ong Keng Hong akhirnya menetap bersama warga Bukit Simongan.

    Baik Cheng Ho, Ong Keng Hong, dan sebagian awak kapalnya beragama Islam. Setelah membaik, Ong Keng Hong dan awak kapal lainnya mulai menyebarkan agama Islam. Mereka juga selalu menceritakan sosok Cheng Ho yang berani serta bijaksana. 

    Ong Keng Hong lalu menyebarkan Islam, dan warga membangun kleteng untuk menghormati Cheng Ho. Klenteng Ceng Ho juga disebut sebagai  Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng seluas 3,5 hektare itu, saat ini digunakan oleh tiga agama: Konghucu, Buddha, dan Islam – yang kegiatannya dipusatkan di dalam masjid di kompleks Klenteng Ceng Ho.

    Pagoda Avalokitesvara

    Semarang memiliki destinasi wisata religi untuk umat Buddha yang ikonik: Vihara Buddhagaya Watugong. Di dalam kompleks vihara itu terdapat Pagoda Avalokitesvara. Ia merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. 

    Umat Buddha ke Vihara Buddhagaya Watugong, untuk bersembahyang di depan Dewi Kwan Im. Nuansa Tiongkok sangat terasa, dan diperteguh dengan keberadaan pohon bodhi yang ditaman sejak 1950-an dengan patung Buddha berwarna emas yang duduk dalam posisi lotus di bawahnya. 

    Pagoda ini memiliki tujuh tingkatan yang mengerucut ke atas. Semakin tinggi tingkat pertapaan, semakin suci seorang pertapa itu. Pada tingkatan ketujuh dari pagoda ini, diletakkan patung Amithaba yang merupakan guru besar para dewa dalam kepercayaan Buddha. Tujuh tingkat juga menunjukkan tujuh tingkatan untuk mencapai kesucian dalam agama Buddha.  

    Wisata Pagoda Avalokitesvara Watugong di Semarangi. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Setiya Aji Flower Farm

    Setya Aji Flower Farm merupakan kebun bunga yang berada di kaki Gunung Ungaran.  Tepatnya berada di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasi tepatnya di sekitar Hotel Mustika dan masuk ke dalam gang kecil.

    Bagi mereka yang ingin berswafoto berlatar padang bunga, Setiya Aji Flower Farm, bisa memberi latar yang indah. Di kebun ini, wisatawan bisa belajar mengenai bercocok tanam bunga. Setiya Aji Flower Farm memiliki gardu pandang, untuk melihat lanskap Rawa Pening dan pegunungan di sekitar Bandungan. Lokasinya juga tak jauh dari Candi Gedong Songo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.