Begini Cara Mahasiswa KKN Membangun Pariwisata di Selatan Lombok

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan pantai yang dikelola dan dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Negara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, 18 April 2018. Dengan area seluas 1.035,67 hektar menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor perekonomian melalui pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Pekerja membersihkan pantai yang dikelola dan dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Negara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, 18 April 2018. Dengan area seluas 1.035,67 hektar menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor perekonomian melalui pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk yang kelima kalinya, mahasiswa Universistas Mataram (Unram) menyertakan pariwisata sebagai objek Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ada 40 desa yang memiliki potensi wisata di Pulau Lombok yang jadi tuan rumah mahasiswa KKN.

    Setiap desa menampung masing-masing satu kelompok, yang tinggal di desaselama 1,5 bulan. Satu kelompok berisi 10 mahasiswa, yang membuat progra, menata kawasan, membantu promosi dengan membuat website dan media sosial antara lain Instagram, Facebook, serta membantu kelembagaan kelompok sadar wisata.

    Dosen pembimbing lapangan KKN Unram, Agus Purbathin Hadi yang sehari-hari menjabat ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Sabtu 1 Februari 2020 lalu memonitor dan mengevaluasi (monev) ke desa-desa yang jadi lokasi KKN, di sepanjang pantai selatan Lombok.

    Menurutnya kehadiran para mahasiswa KKN di desa-desa wisata itu, untuk memberikan ide-ide baru yang diperlukan agar wisatawan tidak jenuh mengunjungi suatu lokasi objek wisata. 

    Agus mengatakan pariwisata adalah salah satu dari banyak tematik, antara lain infrastruktur, produk olahan, KUBE (kelompok usaha bersama) zero waste, administrasi kependudukan, dan keluarga berencana. Semuanya ada 293 kelompok yang jumlah peserta KKN-nya mencapai 2.931 orang.

    Sebelumnya, Agus Purbathin Hadi telah melihat eksotisme pantai selatan Lombok. Mulai dari area mangrove Pantai Cemara (Lembar), Pantai Elak-elak, Teluk Mekaki, terus ke Telok Blongas, pantai Sepi, Buwun Mas, pantai Nambung, Montong Ajan, Torok Aik Beleq, Pantai Selong Blanak, Pantai Mawun, dan berakhir di pantai Kute KEK Mandalika, "Pantai-pantai yang indah dan perjalanan yang menantang," ujar Agus.

    Agus juga menyebut Bukit Mekaki, yang dikunjunginya. Kawasan selatan ini kaya dengan perbukitan yang ideal untuk paralayang, pantai pasir putih, dan ombak yang menantang untuk surfing. Namun saat ini hanya digunakan berfoto para remaja dengan poses "terbang".

    Agus melakukan monev di desa-desa kawasan pantai selatan Lombok Timur, mulai dari Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur, Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, dan Desa Paremas Kecamatan Jerowaru.

    Dari Mataram ia langsung ke Kwangwai di Desa Menceh, lanjut ke tambak garam rakyat di Kedome dan Pantai Lungkak di Desa Ketapang Raya. Kemudian terus lewat pelabuhan Telong-elong, Teluk Jor, dan berakhir di dermaga Paremas, "Jadilah monev rasa wisata, karena tema KKN-nya adalah desa wisata dan olahan makanan dari hasil laut," ucapnya.

    Menurutnya, di kawasan ini terdapat hutan mangrove, restoran apung, dan sembilan pulau-pulau kecil yang indah. Di Jerowaru juga ada pantai Kaliantan, pantai Pink di Tanjung Bloam, Teluk Ekas, Pantai Kura-kura, dan Pantai Surga. Kawasan ini juga kaya dengan lobster, cumi, kepiting bakau, dan udang vaname (udang manis).

    Akhirnya, menikmati sunset di dermaga Paremas, sambil menikmati camilan krupuk cakep (singkatan dari cangkang kepiting) yang dibuat ibu-ibu PKK atas bimbingan mahasiswa KKN. Setelah magrib pulang ke Mataram lewat Mujur-Batunyala-Kawo-Ketara-BIL-terus lewat bypass ke Bale Pelangi Sandik.

    Ketua kelompok mahasiswa peserta KKN Universitas Mataram di Ketapang Raya Rachmat Mulyana Suryawan alias Yayan yang berasal dari Fakultas Hukum mengatakan telah melakukan sosialisasi pentingnya sadar wisata, melakukan promosi digital dan mendesain taman ramah anak, "Desa Ketapang Raya ini sangat potensial wisata," ujar Yayan, Ahad 2 Februari 2020 sore.

    Ketapang Raya akan mewujudkan sebuah dermaga untuk bisa mendatangi Gili Pasir dan Gili Bimbik dekat Mariringkik dan seterusnya bisa tembus ke Pantai Pink dan Tanjung Ringgit. Sekarang ini Ketapang Raya memiliki pantai favorit Lungkak. 

    Mahasiswa KKN Unram menghias kampung warga dengan menggunakan botol-botol bekas di Dusun Lungkak, Desa Ketapang Raya. Foto: Agus Purbathin Hadi

    "Ya pendapatan desa dari kunjungan wisatawan menghasilkan sampai Rp4 juta per minggu," kata Kepala Desa Ketapang Raya Sayid Zulkifli yang kelahiran Dusun Lungkak keturuan nenek moyangnya dari Yaman

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Mugni mengakui kelompok KKN tematik ini telah membantu konsep pengembangan dan inventarisasi potensi alam, budaya dan rekayasa buatan di desa wisata, "Hasil kajian mahasiswa akan dijadikan dasar perencanaan," katanya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.