Virus Corona, Serikat Pilot Amerika Menolak Terbang ke Cina

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa asal Aceh, Zamzami (kedua kiri) bersama penumpang lainnya menjalani pemeriksaan sesampainya dari Hongkong saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Zamzami merupakan mahasiswa pertama asal Aceh yang pulang dari Hongkong ke tanah air menyusul merebaknya Virus Corona.  ANTARA/Ampelsa

    Mahasiswa asal Aceh, Zamzami (kedua kiri) bersama penumpang lainnya menjalani pemeriksaan sesampainya dari Hongkong saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Rabu, 29 Januari 2020. Zamzami merupakan mahasiswa pertama asal Aceh yang pulang dari Hongkong ke tanah air menyusul merebaknya Virus Corona. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Merebaknya virus corona menimbulkan kekhawatiran para pekerja maskapai penerbangan luar negeri. Serikat pekerja pilot di Amerika menuntut agar seluruh penerbangan dari dan ke Cina disetop. Pilot American Airlines mengajukan tuntutan hukum yang agar maskapai menghentikan semua layanan untuk rute penerbangan dari dan ke Cina.

    Para pramugari juga menyampaikan tuntutan yang sama. Mereka menganggap persebaran virus corona ke berbagai negara telah menjadi ancaman dunia. Mengutip Reuters pada Jumat, 31 Januari 2020, virus corona telah menyebar ke 18 negara dan sebagian besar diduga lewat penumpang pesawat.

    Pimpinan Allied Pilots Association, Eric Ferguson mengimbau para pilot menolak penugasan menerbangan pesawat dengan rute Amerika Serikat ke Cina. Serikat pramugari American Airlines juga mendukung gugatan para pilot itu.

    "Saya mengarahkan semua pilot Allied Pilots Association untuk menolak penugasan penerbangan antara Amerika Serikat dan Cina," kata Ferguson. "Sampai pemberitahuan lebih lanjut, jika Anda dijadwalkan, ditugaskan, atau dipindahkan ke Cina, tolak tugas itu."

    Tuntutan serikat pekerja pilot American Airlines muncul ketika semakin banyak maskapai menghentikan penerbangan ke Cina daratan. Maskapai penerbangan yang tak lagi melayani rute dari dan ke Cina antara lain Air France-KLM, British Airways, Lufthansa, dan Virgin Atlantic Airways.

    Seorang anggota kru Thai Airways mendisinfeksi kabin pesawat sebagai prosedur untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand, 28 Januari 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha

    "Peristiwa terbaru yang berkaitan dengan merebaknya virus corona di Cina telah menimbulkan ancaman keselamatan penumpang dan awak pesawat yang bepergian ke (Cina) atau dari negara itu," tulis pernyataan tertulis Allied Pilots Association yang mewakili 15 ribu pilot di Amerika Serikat, seperti dikutip dari laporan The Washington Post.

    Tuntutan serikat pekerja pilot dan pramugari itu muncul ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat virus corona. Menurut juru bicara Allied Pilots Association Dennis Tajer, semua pilot wajib mengutamakan keselamatan. "Keadaan dadurat virus corona masih tidak pasti. Sehingga menjadi bijaksana untuk mempertahankan batas keselamatan," katanya.

    Pekan ini, maskapai American Airlines menangguhkan penerbangan dari Bandara Internasional Los Angeles ke Beijing dan Shanghai hingga 9 Februari dan 27 Maret 2020. Meski begitu, maskapai tersebut masih melayan rute Dallas-Fort Worth ke beberapa kota di Cina. "Kami terus memantau situasi dan membuat pembaruan sesuai kebutuhan," demikian pernyataan resmi American Airlines.

    REUTERS | THE WASHINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.