Yuk, Wisata Malam Keliling Kota Bandung Naik Bandros

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandung Tour on Bus alias Bandros melayani wisata malam keliling kota tiap akhir pekan. Foto: Humas Bandung

    Bandung Tour on Bus alias Bandros melayani wisata malam keliling kota tiap akhir pekan. Foto: Humas Bandung

    TEMPO.CO, Bandros - Wisatawan tidak hanya bisa naik armada Bandung Tour on Bus alias Bandros saat ada matahari. Ketika malam pun bus kecil wisata ikonik Kota Bandung itu tetap beroperasi di akhir pekan. Para pasangan biasanya memilih naik Night Bandros saban malam Minggu.

    Suasana Bandung di malam hari jelas berbeda dibandingkan saat siang. Apalagi saat musim hujan sekarang dengan gerimis malam. "Makin nikmat," seloroh sekumpulan sopir Bandros.

    Koordinator Bandros, Roni Ahmad Fadilah mengatakan armada Night Bandros beroperasi setiap Jumat malam hingga Ahad malam. Waktunya dari pukul 17.00 sampai 20.00 WIB. "Peminatnya makin banyak pada Sabtu sampai Minggu malam," katanya saat ditemui Tempo di pos Bandros Jalan Diponegoro Bandung Sabtu, 1 Februari 2020.

    Bus wisata malam yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Bandung itu menambah jam layanan Bandros di akhir pekan. Biasanya, Bandros beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Adapun jumlah bus yang beroperasi siang dan malam tetap empat unit. "Tarif siang dan malam sama, Rp 20 ribu per orang," ujar Roni.

    Bandung Tour on Bus alias Bandros melayani wisata malam keliling kota tiap akhir pekan. TEMPO | Anwar Siswadi

    Kapasitas Bandros berjumlah 10 sampai 25 orang per bus. Titik naiknya tersebar di tiga tempat yaitu halte Alun-alun Bandung, Taman Balaikota Bandung, dan Jalan Diponegoro seberang Museum Geologi. Durasi rute umumnya sekitar 45 menit, dan bertambah menjadi 60 menit atau lebih saat kondisi jalan banyak yang macet seperti malam Minggu.

    Rute Night Bandros juga melintasi jalur siang seperti Jalan Cisangkuy, Citarum, SMAN 5, Taman Lalu Lintas, terus ke Jalan Asia-Afrika, Alun-alun, Banceuy, Jalan Braga, menuju ke arah Balaikota, Jalan Dago, dan Jalan Diponegoro atau Lapangan Gasibu.

    Selain bisa menyaksikan gedung-gedung heritage di sepanjang rutenya, ada lokasi wisata mistis juga yang dilintasi. "Seperti SMAN 5 dengan kisah horor hantu Nancy orang Belanda dan Rumah Kentang," kata Roni. Sebutan rumah itu karena kerap tercium bau kentang rebus dari bagian depan rumahnya ketika melintas petang atau malam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.