5 Jembatan Unik Tapi Butuh Nyali Untuk Menitinya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melintasi jembatan kaca

    Sejumlah pengunjung melintasi jembatan kaca "Tebing Curam Naga Melingkar" (Coiling Dragon Cliff) di Gunung Tianmen, Taman Nasional Tianmenshan, Zhangjiajie. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika melintasi antara daratan, jembatan adalah akses penghubung. Tapi, lebih dari sekadar perantara, letak wilayah tertentu mempengaruhi bentuk dan ukuran jembatan. Tak cuma itu, struktur jembatan pun bermacam-macam bentuk. 

    Keunikan jembatan juga menjadi daya tarik wisata. Namun beberapa jembatan itu juga menakutkan untuk dititi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima jembatan unik yang juga membangkitkan rasa takut.

    Carrick-a-Rede

    Carrick-a-Rede adalah jembatan tali yang berada di County Antrim, Irlandia Utara. Mula jembatan itu dibuat untuk nelayan yang ingin memancing ikan salmon.

    Carrick-a-Rede menjadi penghubung untuk menuju Pulau Carrick. Berjalan melewati jembatan ini tak hanya sekadar kemauan, tapi juga butuh nyali yang besar. Maka, ketika kembali beberapa pelancong lebih suka menggunakan perahu, seperti dikutip dari The Travel.

    Jembatan Carrick-a-Rede dibuat dari papan dan tali, melintasi dua tebing di atas laut. Foto: @earthwanderess

    Berdasarkan laporan Belfast Telegraph, pada 8 Januari 2020, Carrick-a-Rede ditutup karena longsor. Badan pengelola situs yang dilindungi, The National Trust mengambil keputusan menutup jembatan tersebut terkait masalah keselamatan -- hingga masa pengkajian selesai.

    Carrick-a-Rede pertama kali dibuat oleh para nelayan salmon pada 1755. Jembatan itu berada hampir 100 kaki atau sekitar 30 meter di atas permukaan laut. Pada 2017 jembatan pernah diganti sebagai bagian dari pekerjaan konservasi reguler.

    Kakum Canopy Walk

    Kakum Canopy Walk berada di kawasan taman nasional di Ghana. Jembatan ini terbuat dari papan kayu, tali, dan batang baja. Ketika pengunjung melewatinya sambil berjalan kaki, Kakum Canopy Walk ini terasa memantul atau mengayun. Karena berada di dalam kawasan hutan, kadang-kadang ada burung dan monyet yang singgah di jembatan itu, yang akan mengejutkan pelancong.

    Kakum Canopy Walkway di taman nasional Ghana. Foto: @nisensugbe

    Jembatan Kaca Zhangjiajie

    Jembatan Kaca Zhangjiajie berada di Cina, dianggap sebagai jembatan kaca terpanjang dan tertinggi di dunia. Panjang jembatan ini sekitar 429 meter di antara dua gunung.

    Saat berjalan di atas jembatan, bukan hal tak mungkin akan membuat perut pengunjung mulas. Karena melihat bagian bawah yang tembus pandang. Jembatan ini sempat ditutup karena dikunjungi 10.000 orang per hari -- yang melebihi kapasitasnya. 

    Mengutip Independent Online (IOL), Jembatan Kaca Zhangjiajie ditutup pada 2016, karena sangat ramai pengunjung. Jumlah pengunjung tak sebanding dengan perancangan jembatan. Jembatan Kaca Zhangjiajie ditutup hanya 13 hari setelah pembukaan.

    Ekspresi seorang pengunjung saat melintasi jembatan kaca "Tebing Curam Naga Melingkar" (Coiling Dragon Cliff) di Gunung Tianmen, Taman Nasional Tianmenshan, Zhangjiajie. dailymail.co.uk

    Jembatan Keshwa Chaca

    Jembatan Keshwa Chaca atau Q'eswachaka yang melintasi ngarai Apurimac, di Peru itu terbuat dari anyaman rumput. Keberadaan jembatan itu adalah contoh pengetahuan Suku Inca pada masa 500 tahun yang lalu untuk membuat sistem perantara jalan.

    Menurut laporan Atlas Obscura, Q'eswachaka jembatan itu membentang sepanjang 35 meter dan menggantung 18 meter di atas sungai yang mengalir deras. Para perempuan Suku Inca menjalin anyaman yang kecil dan tipis. Kemudian dijalin lagi oleh para laki-laki menjadi lilitan yang besar.

    Wasiat terakhir Suku Inca adalah jembatan dibangun kembali dalam upacara tahunan. Mulanya ketika jembatan rusak, kemudian dibangun kembali, dahulu dianggap sebagai kewajiban sosial di bawah pemerintahan Kerajaan Inca. Sekarang dilestarikan sebagai cara untuk menghormati sejarah Suku Inca. Kini jembatan semacam itu dibuat penduduk Quehue, Peru.

    Jembatan Aiguille du Midi

    Jembatan Aiguille du Midi di Prancis bila dipandang mungkin tak terlalu menakutkan. Tapi untuk sampai ke jembatan, wisatawan harus naik kereta gantung yang dibangun pada tahun 1955 hingga 9.200 kaki. Perjalanan ini merupakan pendakian vertikal tertinggi di dunia dan diperkirakan memakan waktu 20 menit sekali jalan.

    Jembatan Kusma-Gyadi. Foto: @travelluru

    Jembatan Kusma-Gyadi

    Jembatan Kusma-Gyadi yang berada di Nepal adalah jembatan yang tidak cocok untuk para akrofobia -- orang yang takut ketinggian. Kabarnya, mengutip Fodor's Travel, jembatan gantung ini termasuk yang tertinggi di Nepal, ketinggiannya 121 meter di sekitar Sungai Modi. Adapun panjang jembatan ini mencapai 344 meter.

    THE TRAVEL | BELFAST TELEGRAPH | INDEPENDENT ONLINE | ATLAS OBSCURA |FODOR'S TRAVEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.