Menparekraf Wishnutama Minta Wisman Dipantau Lebih Ketat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis Cina menyentuh kulit buaya di Peternakan Buaya Sriracha Crocodile Farm di provinsi Chonburi, Thailand, 20 Juni 2017. Produk kulit buaya yang dijual tas buaya bergaya Birkin dan pakaian kulit buaya. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Turis Cina menyentuh kulit buaya di Peternakan Buaya Sriracha Crocodile Farm di provinsi Chonburi, Thailand, 20 Juni 2017. Produk kulit buaya yang dijual tas buaya bergaya Birkin dan pakaian kulit buaya. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina merupakan pasar wisata inbound terbesar Indonesia. Dengan mewabahnya penyakit yang ditimbulkan virus corona, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama meminta seluruh pelaku pariwisata lebih antisipatif.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menegaskan perlunya langkah antisipatif dari semua pemangku kepentingan sektor pariwisata di tanah air. Respons taktis tersebut untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.

    Wishnutama menyebut stakeholder pariwisata termasuk asosiasi serta seluruh kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota diimbau untuk turut serta memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan negara, baik darat, laut, maupun udara di daerahnya masing-masing. 

    Ia mengatakan saat ini Pemerintah RI tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi, untuk mencegah wabah virus corona masuk ke Indonesia. 

    “Bila menemukan wisatawan yang mengalami gejala-gejala terinfeksi virus corona, antara lain mengeluh sakit, terganggunya saluran pernapasan, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang berlangsung beberapa hari, wisatawan tersebut harus langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat,” kata Wishnutama.

    Terkait promosi wisata, Wishnutama juga menjelaskan, Kemenparekraf telah mengalihkan untuk sementara waktu aktivitas promosi dan pemasaran wisata ke daerah-daerah yang tidak terdampak penyebaran virus corona.
     
    “Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan ‘travel advice’ atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China, sedangkan untuk promosi kami alihkan untuk pasar Wuhan, masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya, tidak hanya China,” katanya.
     
    Kemenparekraf berharap keadaan segera pulih dan wabah dapat ditangani sesigap mungkin. Dengan begitu, wabah tidak semakin meluas dan kekhawatiran terkait penyebaran virus corona tidak menimbulkan keresahan bagi semua pihak.
     
    “Mengimbau kepada agen perjalanan wisata agar memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata outbond maupun inbound Cina ke Indonesia,” katanya.
     
    Sementara itu, Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi juga menjelaskan, Kemenhub telah menutup penerbangan dari dan menuju Wuhan, Cina, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. 
     
    Menparekraf Wishnutama saat berkunjung ke Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf
     
    “Kami memang minta petugas di bandara dan pelabuhan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan yang lebih intensif tetapi harus disertai dengan sikap profesional, humble, dan sopan santun,” katanya.
     
    Pemerintah juga sudah menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh di 135 pintu masuk di Indonesia dan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit, untuk bersiaga menangani penyebaran virus corona.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.