Virus Corona Mewabah, Kemenhub Minta Perketat Bandara

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas di Bandara Adisujipto Yogyakarta memantau suhu tubuh penumpang, terutama dari mancanegara. Hal tersebut untuk antisipasi penyebaran virus corona. Foto: TEMPO/Muh Syaifullah

    Petugas di Bandara Adisujipto Yogyakarta memantau suhu tubuh penumpang, terutama dari mancanegara. Hal tersebut untuk antisipasi penyebaran virus corona. Foto: TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memerintahkan memperketat pemeriksaan terhadap penumpang, yang akan berangkat dan datang dari Wuhan, Cina, di bandara dan pelabuhan. Untuk mencegah penyebaran virus corona ke Indonesia.

    "Saya sudah menyampaikan perintah kepada seluruh operator bandara dan pelabuhan untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap penerbangan dari dan ke Wuhan, atau kapal yang berasal dari Cina kami periksa intensif. Saya harapkan cepat selesai," kata Menhub Budi Karya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 27 Januari, sebagaimana dinukil dari Antara.

    Ia juga mengharuskan seluruh petugas operasional pelabuhan dan bandara untuk mengenakan masker selama bertugas. Mereka harus terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

    Budi Karya juga akan mengundang sejumlah menteri dan pihak lain untuk melakukan rapat bersama, membahas langkah-langkah antisipatif yang dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia.

    Instansi terkait itu, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Imigrasi, Bea Cukai, seluruh operator pelabuhan dan bandara. Sementara, untuk pelarangan perjalanan ke China masih akan dibicarakan dan diputuskan usai rapat tersebut.

    Sementara itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebanyak 2.014 orang positif terjangkit virus corona atau novel coronavirus (nCov) dan 56 meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

    Mengutip data resmi WHO per tanggal 26 Januari 2020 di Jakarta, Senin, jumlah kasus virus corona pada 26 Januari meningkat sebanyak 694 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 1.320 orang terjangkit penyakit itu.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Sebelumnya, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandriyo mengatakan virus corona banyak ditemukan terutama pada hewan. Sementara yang menyerang manusia hanya sebagian kecil dari virus corona. Virus corona yang ditemukan di Cina teridentifikasi jenis baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya sebagai virus corona yang menyerang manusia.

    Virus corona jenis baru yang ditemukan di Cina itu secara kekerabatan dekat dengan virus SARS, dan dapat menular tidak hanya dari hewan pembawa virus tapi juga antar manusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.