Awasi Virus Corona, Bandara Adisutjipto Pantau Suhu Tubuh Wisman

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas di Bandara Adisujipto Yogyakarta memantau suhu tubuh penumpang, terutama dari mancanegara. Hal tersebut untuk antisipasi penyebaran virus corona. Foto: TEMPO/Muh Syaifullah

    Petugas di Bandara Adisujipto Yogyakarta memantau suhu tubuh penumpang, terutama dari mancanegara. Hal tersebut untuk antisipasi penyebaran virus corona. Foto: TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para petugas di Bandara Internasional Adisutjipto memantau suhu tubuh para penumpang pesawat terbang yang datang dari luar negeri. Tidak hanya penumpang, para kru pesawat terbang juga tetap dipantau. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya virus corona.

    Wisatawan mancanegara (Wisman) ataupun warga negara Indonesia yang pelesiran ke luar negeri dipantau, untuk mewaspadai penyebaran virus korona yang berpotensi membawa penyakit pneumonia atau penyakit menular lainnya.

    "Kami memasang dua alat pemindai tubuh atau thermal scanner untuk memantau panas tubuh," kata General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama, Jumat, 24 Januari 2019.

    Saat ini Bandara Internasional Adisutjipto melayani dua rute penerbangan internasional: Kuala Lumpu dan Singapura. Seluruh penumpang yang datang melewati pintu kedatangan internasional dipantau suhu tubuh mereka. 

    "Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IV Yogyakarta. Telah tersedia alat body thermal scanner di terminal kedatangan internasional untuk memantau dan mengawasi penumpang yang mendarat melalui Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta," kata dia.

    Selain di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, petugas juga memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Sejumlah bandara di Indonesia memasang alat pemindai suhu tubuh sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, Cina. Antara Foto/Fikri Yusuf/ via REUTERS

    Apabila penumpang menunjukkan indikasi suhu tubuh yang tinggi, maka orang tersebut akan dikarantina dalam ruang isolasi. Lalu, apabila berpotensi membawa penyakit atau wabah menular maka penumpang yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta.

    Sejak munculnya virus corona di Cina, hingga saat ini belum ada penumpang atau kru pesawat terbang dari luar negeri melalui Adisutjipto yang terindikasi terkena penyakit itu, “Semua penerbangan internasional akan diperiksa oleh petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan, yang artinya semua kru dan penumpang harus melalui pemeriksaan KKP di pintu kedatangan internasional," ujar Agus Pandu.

    Menurut Agus Pandu, prosedur tersebut juga berlaku untuk maskapai. Mereka wajib memberikan informasi sebelum tiba di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

    Ia menyebut, maskapai penerbangan perlu menyerahkan dokumen General Declaration untuk menilai apakah terdapat penumpang sakit yang berpotensi menular. Seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur dari KKP, sebagai instansi yang menangani pencegahan penyakit KKMD (Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia).

    Petugas karantina kesehatan Indonesia menunggu penumpang di titik penyaringan panas di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, 21 Januari 2020. Virus Korona telah dinamakan secara teknis 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV. Sejauh ini sekitar 300 orang dinyatakan terkena virus itu. REUTERS/Willy Kurniawan

    Agus Pandu menambahkan, upaya antisipasi penyebaran virus corona di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta telah dilakukan beberapa hari terakhir ini. Namun hingga kini belum ada satupun penumpang yang terindikasi mengidap virus tersebut. 

    "Kami akan pastikan seluruh pemeriksaan dan pengawasan terhadap kesehatan penumpang dan kru terlaksana sesuai prosedur yang dilaksanakan oleh KKP, tidak hanya mengenai pencegahan penyebaran virus corona, melainkan juga potensi penyakit lainnya,” tegas Agus Pandu Purnama. 

    MUH SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.