5 Destinasi untuk Melihat Lanskap Salju yang Menakjubkan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wilhelmina Bay merupakan habitat paus bongkok sekaligus spot wisata di Kutub Selatan. Foto: @500px

    Wilhelmina Bay merupakan habitat paus bongkok sekaligus spot wisata di Kutub Selatan. Foto: @500px

    TEMPO.CO, JakartaKutub Utara (Arktika) dan Kutub Selatan (Antarktika) menyajikan hamparan es yang abadi. Namun, di balik pemandangan yang monoton itu terdapat keindahan yang tersembunyi. Wisatawan bisa menyaksikan ikan paus dan beruang kutub, juga penguin yang berkoloni.

    Kutub Utara bahkan dihuni 4 juta manusia, yang dibagi menjadi beberapa wilayah di bawah negeri Rusia, Alaska (Amerika Serikat), Kanada, Greenland, Islandia, Lapland, dan Norwegia. Sementara Kutub Selatan, menjadi wilayah tak bertuan meskipun beberapa negara mendirikan stasiun penelitian di sana, antara lain Australia, Argentina, Chili, hingga Inggris.

    Berikut wilayah Arktik dan Antarktika yang memiliki panorama indah, yang dinukil dari msn.com.

    Islandia

    Di Islandia Selatan, terdapat bongkahan es berusia berusia 1.000 tahun dan telah terpecah dari gletser Oraefajokull dan mengapung ke lautan. Oraefajokull merupakan gunung berapi yang dilapisi es di Islandia tenggara, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Vatnajökull.

    Penguin Adelie hidup secara koloni di berbagai lokasi di Kutub Selatan. Foto: David Merron Photography / Moment / Getty Images

    Antarktika

    Segerombolan penguin Adelie beristirahat di atas es di Kutub Selatan (Antarktika). Adelie hidup di Antarktika, tempat mereka menyelam sedalam 575 kaki (175 meter) untuk mencari makanan. Mereka juga bepergian sejauh 185 mil (297 km) pulang-pergi untuk mencari makan. Penguin Adelie hidup di Laut Ross di kawasan Antartika hingga di Falkland dan Kepulauan Georgia Selatan.

    Lago Bianco, Swiss

    Saat air danau membeku dengan cepat, proses pembekuan ini memerangkap gelembung-gelembung di bawah permukaan air. Gelembung di Lago Bianco, Swiss ini kemungkinan terbentuk dari gas metana. Zat organik yang membusuk di dasar danau yang dimakan oleh bakteria, yang pada akhirnya menghasilkan gas metana. Jika kondisi sedang tepat, gelembung metana ini terperangkap saat air di sekitarnya membeku.

    Gelembung udara yang terperangkap danau beku menciptakan pemandangan yang unik. Foto: Lucie Debelkova/Huber Images/eStock Photo

    Wilhelmina Bay

    Teluk yang terkenal dengan tebing yang curam dan ukiran esnya ini menjadi destinasi wisata Antarktika yang indah. Teluk ini menjadi habitat paus bungkuk yang memakan kril yang hidup di teluk.

    Wilhelmina Bay dijuluki "Whale-mina Bay" karena banyaknya paus bungkuk. Teluk ini merupakan spot wisata populer untuk kapal-kapal ekspedisi wisata ke Antarktika berkat populasi ikan paus yang melimpah dan pemandangan spektakuler. Teluk ini dikelilingi oleh tebing curam yang dipenuhi salju dan gletser. Menara puncak berbentuk piramid yang hampir sempurna di atas air.

    Gletser Matanuska, Alaska merupakan spot panjat tebing es populer di Alaska. Foto: @500px

    Gletser Matanuska, Alaska 

    Matanuska merupakan gletser terbesar yang dapat diakses dengan mobil di Amerika Serikat. Terletak sekitar 100 mil (160 km) arah timur laut Anchorage, kota terbesar di Alaska. 

    Gletser Matanuska menjadi destinasi wisata di kota Alaska yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Wisatawan mengunjunginya untuk menikmati udara dingin dan lanskap yang indah. Turis biasanya memanjat tebing gunung es untuk rekreasi ataupun olahraga. Lembah es ini diperkirakan telah terbentuk dari 10.000 tahun yang lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.