Simbol Shio Tikus di Tanjungpinang, Ternyata Punya Makna Dalam

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskot shio tikus yang terdapat di gerbang bazar Imlek Tanjungpinang. Maskot tersebut memberikan makna warga Tanjungpinang tetap harmonis dengan beragam etnis. TEMPO/Yogi EKa Sahputra

    Maskot shio tikus yang terdapat di gerbang bazar Imlek Tanjungpinang. Maskot tersebut memberikan makna warga Tanjungpinang tetap harmonis dengan beragam etnis. TEMPO/Yogi EKa Sahputra

    TEMPO.CO, Batam - Simbol-simbol shio tikus bermunculan di berbagai daerah. Namun simbol shio tikus logam di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki keunikan. Warga Tionghoa di Tanjungpinang memiliki maskot shio tikus yang bermakna keharmonisan. 

    Beberapa maskot tersebut sekarang sudah menghiasi tempat perayaan Imlek di Tanjungpinang. Salah satunya terpampang di gerbang bazar terbesar Imlek di Jalan Merdeka, Kota Tanjunginang, Provinsi Kepri. Kepada TEMPO, Mariati sang desainer becerita filosofi lambang tersebut.

    Warga Tionghoa di Tanjungpinang menggunakan simbol tahun tikus logam, dengan lambang tikus yang sedang melompat. Hal itu melambangkan watak yang aktif dan memiliki kemampuan investigasi dan obeservasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Terdapat juga warna emas dan warna merah pada baju si tikus, "Itu melambangkan keberuntungan," kata Maria sapaan Mariati.

    Kemudian pada bagian lain terdapat sedikit warna hijau pada topi dan pola baju. Warna tersebut identik dengan warna kelenteng dan masjid di Kota Tanjungpinang. "Tidak dapat dipungkiri bahwa kota Tanjungpinang merupakan tanah Melayu, masyarakat antar etnis hidup saling bahu membahu, dan menjaga keharmonisannya sampai sekarang," ujar Mariati yang juga dosen Universitas Tarumanagara.

    Selain menggunakan ornamen di luar tradisi Imlek, pada bagian lain lambang shio tikus ini juga terdapat motif pucuk rebung, yang banyak digunakan pada corak batik Melayu, "Corak itu artinya memiliki harapan baik," kata Mariati.

    Filosofi lain yang terdapat pada maskot ini adalah topi sang tikus yang bentuknya tinggi ke atas. Diadopsi dari sebuah kata baik “bu bu gao sheng” dari Bahasa Mandarin, yang artinya mendaki, bangkit dan maju selangkah demi selangkah. Begitu pula harapannya, terhadap perkembangan di kota Tanjungpinang.

    Selain itu, pernak-pernik yang dipegang pasangan maskot juga ada artinya. Emas yang dibawa tikus, merupakan cerminan tahun 2020 adalah tahunnya shio tikus berelemen emas.

    Dua tikus yang melompat dan berbagai visual di dalamnya memiliki makna yang dalam bagi warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dok. Mariati

    Uang kuno China “yuan bao” berwarna emas ditebar, memiliki arti menebarkan kekayaan kepada warga sehingga terjadinya peningkatan perekonomian di kota Tanjungpinang.

    Kemudian adapula angpao merah dan jeruk yang selalu menjadi hadiah yang diberikan kepada teman, kerabat, dan saudara pada saat Hari Raya Imlek, "Angpao dalam imlek memiliki istilah “ya sui” yang kaitannya dengan penambahan umur atau pergantian tahun kepada anak-anak dan jeruk “ju zi“ dalam Bahasa Mandarin yang artinya membawa rezeki," katanya.

    Seluruh arti dan filosofi baik dalam tradisi Tionghoa diadopsi oleh desainer Mariati dan divisualisasikan sedemikian rupa guna terbentuknya maskot ini.

    YOGI EKA SAHPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.