Jurus Pikat Wisatawan Asing Generasi Milenial ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Toba yang terlihat dari The Caldera Toba Nomadic Escape. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Pemandangan Danau Toba yang terlihat dari The Caldera Toba Nomadic Escape. TEMPO | Iil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah terus menggenjot kedatangan wisatawan asing ke Indonesia. Tentunya, wisatawan yang diharapkan datang adalah mereka yang akan melakukan berbagai aktivitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Memperbaiki fasilitas dan layanan wisata di setiap destinasi tidaklah cukup. Seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata harus saling membantu meningkatkan kapasitas di bidang masing-masing agar setiap wisatawan asing merasa senang, kembali ke Tanah Air, terlebih jika membantu mempromosikan wisata Indonesia, dan mengajak serta kolega mereka untuk melancong.

    Vice President Brand Marketing tiket.com, Maria Risa mengatakan, dari berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mengerek citra pariwisata Indonesia, ada satu hal yang bisa diterapkan khususnya untuk menyasar wisatawan asing milenial. "Bekerja sama mendatangkan influencer negara tetangga ke Indonesia untuk menyasar generasi milenial," kata Maria Risa di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

    Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

    Dia mencontohkan, wisatawan yang juga influencer jika ingin berkunjung ke Danau Toba, Sumatera Utara, perlu menginformasikan apa-apa saja yang dipersiapkan sejak dari negara asal. Cerita selama perjalanan menuju Bandara Kualanamu, Medan, dan bagaimana fasilitas di sana. "Untuk pengguna tiket.com, kami memiliki layanan airport lounge, airport transfer, activities, dan berbagai fasilitas lainnya," kata dia.

    Maria Risa menjelaskan pengalaman airport lounge, airport transfer, dan activities dari tiket.com sudah ada di sepuluh bandara di Indonesia. Mulai dari Bandara Praya (Lombok), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), Terminal A Bandara Adisutjipto (Yogyakarta), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (Samarinda), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Depati Amir (Pangkalpinang), Bandara Kualanamu (Deli Serdang), dan Bandara Sepinggan (Balikpapan).

    Wisatawan itu juga dapat memberitahu apa saja agenda wisata yang akan dia jalani dan menceritakan suasananya. "Untuk detail agenda wisata, kami bekerja sama dengan pemerintah," kata Maria.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.