Ribuan Cahaya Lampion Bakal Hiasi Malam Solo Sebulan Penuh

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menyambut Imlek, Solo berhias lampion di seluruh kota. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Menyambut Imlek, Solo berhias lampion di seluruh kota. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Ribuan lampion Imlek menghiasi Kota Solo selama sebulan ke depan. Pemasangan lampion akan dipusatkan di kawasan sekitaran Pasar Gede. Tata cahaya juga akan diatur agar suasana di sekitar kawasan itu menjadi instagramable.

    "Ada 5.000 lampion yang kami pasang," kata Ketua Panitia Bersama Imlek Solo, Sumartono Hadinoto, Senin 13 Januari 2020. Sebagian besar lampion saat ini sudah terpasang di sekitaran Pasar Gede.

    Menurut Sumartono, semua lampion yang dipasang akan dilengkapi dengan lampu di dalamnya. Hal itu membuat lampion itu akan terlihat indah terutama pada malam hari. "Lampu akan menyala setiap malam dari 15 Januari hingga 15 Februari," katanya.

    "Beberapa tahun terakhir, pemasangan lampion ini menjadi daya tarik yang sangat kuat," kata Sumartono. Masyarakat memadati sekitar kawasan Pasar Gede untuk berswafoto maupun menikmati guyuran cahaya lampion.

    Lampion dipasang dengan presisi dan tingkat kerumitan yang tinggi. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Pemasangan ribuan lampion itu menurutnya menjadi pekerjaan yang cukup rumit. Apalagi, mereka melengkapi setiap lampion dengan lampu di dalamnya. "Instalasinya harus sempurna, jangan sampai putus atau korslet," katanya.

    Mereka juga harus memasang lampion pada tengah malam. "Kalau siang susah lantaran lalu lintas sangat ramai," katanya. Pekerjaan itu juga beberapa kali terhambat lantaran guyuran hujan.

    Selain lampion khas Imlek yang berbentuk bulat, pihaknya juga akan memasang lampion dan neon box berbentuk shio. Lampion shio itu akan dipasang berjajar di Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Gladak hingga depan Balai Kota Surakarta.

    Kawasan Pasar Gedhe Solo bertabur lampion dalam menyambut Tahun Baru Imlek, di titik nol kota Surakarta, Jawa Tengah, 11 Februari 2015. Lampion itu rutin dipasang tiap tahun di kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan masyarakat keturunan China pada masa kolonial. Tempo/Ahmad Rafiq

    Sumartono berharap ribuan lampion itu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Apalagi, kota itu akan menggelar pesta belanja selama Februari dalam ajang Solo Great Sale. "Selain berbelanja, wisatawan juga bisa menikmati hiasan lampion," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.