Sepanjang 2020, Yogyakarta Siapkan 400-an Agenda Budaya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana karnaval pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta pada Kamis, 4 Juli 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Suasana karnaval pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta pada Kamis, 4 Juli 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bagi wisatawan yang sudah menyiapkan diri untuk melancong ke Yogyakarta pada 2020 ini, kota itu menyiapkan 400- an agenda di berbagai kabupaten.

    "Dari Januari hingga Desember 2020 total ada 414 agenda budaya yang digelar oleh Kundha Kabudayaan (Dinas Kebudayaan) lima kabupaten/
    kota di DI Yogyakarta," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aris Eko Nugroho 11 Januari 2020.

    Aris menbeberkan ratusan agenda budaya yang ditawarkan kepada wisatawan itu beragam. Mulai dari seni rupa, seni musik, seni tari, seni tradisi klasik, seni tradisi kerakyatan, hingga seni kontemporer.

    "Selain itu ada upacara adat dan tradisi, tata  nilai budaya, pengetahuan dan teknologi, warisan budaya benda, dan warisan budaya tak benda," kata dia.

    Misalnya saja, paling dekat pada 14 Januari 2020 wisatawan yang ke Yogyakarta bakal disambut dengan agenda Selasa Wagen, yang bertepatan dengan agenda Malioboro bebas kendaraan bermotor.

    Dalam agenda Selasa Wagen ini akan hadir Panggung Rakyat Dinas Kebudayaan DIY, di area selatan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. Acara ini berisikan rentetan seni pertunjukkan dari sore hingga petang seperti Gredug Rampag Arimbi Soragan, Tari Manunggaling Roso dari Pondok Pesantren Pandanaran, sampai pertunjukan hadroh kontemporer.

    Bergada Nyi Ageng Serang menampilkan pasukan dan sebuah patung kuda besar yang dinaiki oleh tokoh Nyi Ageng Serang. Bergada Nyi Ageng Serang ini menjadi bagian dari kirab budaya The Glory of Nation yang diadakan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa 31 Desember 2019. TEMPO | Muh. Syaifullah

    Lalu bagi wisatawan yang hobi nonton film, bisa juga mendatangi Museum Sonobudoyo mulai pukul 16.00-20.00.WIB untuk menikmati program Bioskop Sonobudoyo, yang masih akan digelar sampai akhir Januari 2020.

    Beberapa film yang ditayangkan di Bioskop Sonobudoyo antara lain seperti Sosrokusuman, yang menceritakan sejarah salah satu kampung di Yogyakarta. Ada juga film Incang Inceng yang bercerita mengenai sepak bola anak.

    Tak hanya agenda budaya, agenda wisata pun siap menyambut awal tahun ini. Seperti menyambut Imlek tahun ini, Yogya juga bakal kembali menggelar Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) pada 2-8 Februari 2020 di Kampung Pecinan Ketandan, Malioboro, Yogyakarta.

    Namun sebelum pekan itu digelar, pada 25 Januari 2020 akan lebih dulu digelar pameran benda peninggalan Tionghoa sebagai pengawal agenda PBTY itu.

    Menurut Aris, 414 Agenda Budaya yang dilaksanakan setahun itu akan terus diperbaharui informasinya melalui website, media sosial, jaringan radio maupun televisi, serta media lainnya.

    Dalam kesempatan lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan agar agenda kebudayaan 2020 itu bukan hanya berisi rangkaian pementasan ataupun kegiatan. Melainkan harus ditempatkan sebagai gerakan pemberdayaan yang dilakukan melalui gerakan seni tradisi.

    Selain berbaris, Bregada Prajurit Keraton juga melakukan beberapa tarian. Foto: @soedarman_husaeni

    "Transformasi nilai-nilai luhur sebagai pilar utama peradaban dalam agenda pentas seni dan budaya juga semestinya terjadi," ujar Sultan.

    Sultan meminta jajarannya proaktif memfasilitasi gerakan kebudayaan sebagai bagian dari agenda kebudayaan. Menurut Sultan, evaluasi keberhasilan dalam menjalankan strategi dan diplomasi kebudayaan, bukan hanya dilihat dari jumlah kegiatan seni dan budaya dalam bentuk pementasan yang padat.

    Melainkan juga harus dilihat seberapa kuat transformasi kebudayaan mampu mewujudkan kemuliaan peradaban dengan landasan filosofis yang dianut Yogya, yakni Hamemayu Hayuning Bawono.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.