Ini Kiat Pemprov Kepri Tingkatkan Kunjungan Wisata pada 2020

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing saat mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Bintan, Prov Kepri, Selasa, 31 Desember 2019. Pengunjung meningkat saat libur sekolah dan akhir tahun ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

    Wisatawan asing saat mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Bintan, Prov Kepri, Selasa, 31 Desember 2019. Pengunjung meningkat saat libur sekolah dan akhir tahun ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

    TEMPO.CO, Batam - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkat pada tahun 2019. Hingga November angka kunjungan wisman mencapai 2.590.802 orang. 

    Jumlah itu melebihi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kepri sebesar 2,3 juta turis, "Jumlah itu pasti akan bertambah lagi karena data Desember 2019 baru terekspose awal Februari nanti," ujar Plt Gubernur H Isdianto, Minggu, 12 Desember 2019.

    Isdianto memperkirakan, total jumlah kunjungan wisman bisa sampai 2,8 juta wisman selama 2019, "Pada 2020 kami berharap lebih banyak lagi yang menikmati pesona Kepri,” kata Isdianto
     
    Menurut Isdianto, pariwisata merupakan industri yang menjanjikan untuk ditumbuhkembangkan di Kepri. Sebagai masa depan ekonomi Kepri, semua elemen masyarakat harus mendukung industri pariwisata semakin maju. Apalagi setiap tahun, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Kepri melebihi target.
     
    Penabuh gendang memberi semangat kepada pebalap sepeda dalam Tour de Bintan di Nirwana Garden Resort, Bintan, Kepri (9/11). Tour De Bintan yang merupakan olahraga pariwisata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kepri dan Indonesia pada tahun ini diikuti oleh 1100 peserta dari 38 negara. ANTARA/Feri

    “Saya selalu menegaskan pariwisata menjadi salah satu masa depan ekonomi Kepri, selain perikanan kelautan dan pertanian. Karena itu, mari bersama-sama mendukung kemajuan sektor ini. Sampai November 2019, Alhamdulillah, wisman yang datang melebihi  target yang kami tetapkan,” kata Isdianto.

    Isdianto berharap, event-event yang menarik wisatawan semakin diperbanyak di Kepri. Peran swasta cukup besar terutama menyelenggarakan perhelatan sport tourism.

    Pada periode Januari-November 2019, wisman ke Indonesia mencapai 14.915.610 kunjungan. Kepri tetap menduduki peringkat kedua terbesar di Indonesia. Persentase tiga besar kunjungan wisman Periode Januari – November 2019 di antaranya Bali (38,47 persen), Kepri (17,37 persen), Jakarta (15,21 persen) dan lainnya (28,95 persen).
     
    Menjadi pintu kedua masuknya wisatawan ke Indonesia setelah Bali, kata Isdianto, menjadi prestasi tersendiri bagi pariwisata Kepri, “Semoga tahun 2020 semakin besar lagi persentase wisman yang masuk ke Kepri. Kalau kita bersama, semua pasti bisa,” kata Isdianto.

    Pada November 2019 terdapat 242.268 kunjungan wisman ke Kepri. Terdapat kenaikan sebesar 9,65 persen dibanding November 2018. Sementara, secara kumulatif Januari – November 2019 jumlah kunjungan wisman mencapai 2.590.802 kunjungan.

     
    Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri, terhubung dengan penerbangan luar negeri. ANTARA/Henky Mohari
     
    Angka tersebut mengalami kenaikan 11,89 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode Januari–November 2018 berjumlah 2.315.553 kunjungan.

    Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada bulan November 2019 didominasi oleh wisman dari Singapura dengan persentase sebesar 47,42 persen, disusul Malaysia 10,33 persen, Tiongkok 10,05 persen, India 5,29 persen dan lainnya 26.91 persen.

     
    YOGI EKA SAHPUTRA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.