Pada Musim Dingin, Harbin Berubah Menjadi Wonderland

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Es dan Salju di Harbin dihelat sejak 1985 dan merupakan festival musim dingin terbesar di dunia. Foto: VCG/Getty Images

    Festival Es dan Salju di Harbin dihelat sejak 1985 dan merupakan festival musim dingin terbesar di dunia. Foto: VCG/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Dipengaruhi iklim Siberia, Harbin adalah kota terdingin di Cina bagian Timur. Pada musim panas, suhunya pada kisaran 21 derajat Celcius. Namun, saat musim dingin, suhu bakal menggigit tubuh pada minus 16 hingga minus 38 derajat Celcius.

    Karea cuaca itulah, kota ini mengalami musim dingin paling panjang di Cina. Kota industri nan makmur ini memiliki Festival Internasional Salju dan Es Harbin, yang merupakan acara tahunan di kota Harbin sejak tahun 1985. Di antara kegiatan olahraga selama festival adalah Ski Alpin Yabuli, berenang di Sungai Songhua, dan pameran lampion es di Taman Zhaolin.

    Festival yang berumur lebih dari tiga dekade itu, mengundang wisatawan dunia untuk menikmati istana es dan beragam olahraga di atas salju. Semuanya mirip Wonderland yang megah. Festival, yang dimulai setiap tahun pada 5 Januari, biasanya berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

    Menurut China Highlights, festival ini menarik hingga 15 juta pengunjung setiap tahunnya. Perhelatan digelar di atas ruang seluas 600.000 meter persegi. Bentuk istana atau es yang berhasil dibangun mencapai ketinggian 45 meter.

    Dan, untuk melengkapi semua karya seni itu, sekitar 10.000 pekerja dibawa untuk memotong, mengangkut, dan memahat es.

    Acara ini, pertama kali dirayakan terinspirasi oleh lentera tradisional Heilongjiang, di tiga tempat berbeda. Selaras informasi dari China Highlights, tiga tempat itu adalah Festival Lentera Es Taman Zhaolin, Festival Dunia Es dan Salju, dan patung-patung salju di Pulau Sun.

    Kota Harbin dipengaruhi suhu dari Siberia, sehingga musim dinginnya menjadi lebih panjang dibanding kota lainnya di Cina. VCG/Getty Images

    Pulau Sun memajang semua patung salju pada siang hari, sementara dua area lainnya memajang patungnya saat malam diterangi lampu berwarna-warni, sehingga tampak hidup. Biaya masuk ke acara tersebut sekitar US$48, namun, CNN Travel melaporkan beberapa festival tak berbayar dihelat di Harbin, mengiringi musim dingin.

    Jika Anda berencana untuk mengunjungi taman musim dingin ini, Anda harus bergegas. Menurut The Washington Post, untuk tahun ini, musim dingin tak sepanjang biasanya. Dalam beberapa minggu ke depan, musim dingin di Harbin menjadi lebih hangat. Jadi, salju atau es juga cepat mencair. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.