5 Alasan Mengurangi Penggunaan Gadget Saat Bepergian

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan resmi kereta api di Indonesia menjual tiket kereta Lebaran sejak 90 hari sebelum hari raya yang jatuh pada 5-6 Juni 2019.

    Perusahaan resmi kereta api di Indonesia menjual tiket kereta Lebaran sejak 90 hari sebelum hari raya yang jatuh pada 5-6 Juni 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa resor privat di Bali, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat menerapkan aturan, tinggalkan gadget. Agar para wisatawan bisa refreshing total dan benar-benar menikmati liburan.

    Melancong, salah satu tujuannya adalah merasakan pengalaman. Maka penggunaan gadget, sebaiknya dikurangi. Manfaat bepergian ke tempat yang baru, adalah untuk mendapatkan kesan dari suatu destinasi. Berfoto menggunakan gadget perlu juga untuk dokumentasi. Tapi bermain melulu dengan gadget saat bepergian, akan mengurangi kenyamanan dalam menikmati suasana.
     
    Mengutip The Travel, berikut lima alasan mengurangi penggunaan gadget saat bepergian.
     
    Keutuhan pengalaman
     
    Mengurangi penggunaan gawai atau gadget, bermanfaat untuk menikmati keutuhan pengalaman. Terus-menerus menatap layar gadget mengurangi kenyamanan menikmati suasana saat pelesiran. Melihat pemandangan akan lebih utuh daripada sibuk mencari posisi untuk berfoto.
     
    Berlibur adalah menikmati pengalaman baru, maka sebaiknya jauhkan gadget.
     
    Pelancong bepergian karena berbagai alasan. Namun keutamaan melancong untuk mendapatkan kesan dari sebuah destinasi, kebudayaan, gaya arsitektur bangunan, serta merasakan denyut kehidupan masyarakat setempat.
     
    Kebugaran
     
    Beberapa orang mungkin pernah membaca efek buruk kecanduan perangkat teknologi. Pandangan tidak seutuhnya bisa fokus memandangi suasana. Karena, mata sibuk menatap layar gadget. Melancong adalah alasan untuk membuat diri sejenak mengurangi aktivitas dengan gadget. Pelesiran bisa mempengaruhi kebugaran, karena mengganti waktu yang sering digunakan online dengan gadget.
     
    Obrolan yang seru dalam perjalanan bisa membuat kita bersemangat dan lupa waktu.
     
    Mendalami perbincangan
     
    Kebiasaan menggunakan gadget akan mengurangi kualitas berbincang dengan orang lain sambil bertatap muka. Saat melancong bersama dengan rombongan akan sangat bermanfaat bila mengurangi gadget. Karena kedekatan akan lebih terasa dan menjadi kesan yang mendalam. Liburan bersama keluarga salah satu kesempatan untuk menikmati kehidupan. Saat momentum seperti inilah menjadi waktu yang tepat untuk membatasi penggunaan gadget.
     
    Menemukan hal baru
     
    Beberapa kegiatan melancong mengurangi aktivitas dengan gadget, di antaranya bertualang di hutan atau menyelam. Aktivitas tersebut membuat pelancong benar-benar fokus dengan hal yang sedang dilakukan.
     
    Dengan sejenak menanggalkan gadget pelancong bisa meresapi perjalanan. Salh satunya dengan menikmati suasana kampung Adat Praijing di Nusa Tenggara Timur. Foto TEMPO/ Aditya Noviansyah
     
    Meresapi perjalanan
     
    Bila benar-benar tak menggunakan gadget sama sekali, ada makna yang bisa dinikmati pelancong. Ketika memandangi gunung atau merasakan kesejukan dalam hutan, menghirup udara tepi pantai sambil merasakan kehangatan sinar matahari. Demikian pula ketika wisata kuliner, menghirup aroma dan mencecap rasa makanan. Tanpa sibuk dengan gadget semua pengalaman itu semakin mengesankan.
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.