Komplain Layanan? Kini Pelancong Bisa Langsung Nilai Bandara

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Angkasa Pura II Luncurkan Sistem Penilaian Real Time untuk Layanan Bandara.

    PT Angkasa Pura II Luncurkan Sistem Penilaian Real Time untuk Layanan Bandara.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II meluncurkan Real Time Dashboard System For Customer Experience disingkat dengan READY4CX atau bila dibaca cepat menjadi ready for six.

    "Ini sistem monitoring untuk melihat tingkat kepuasan traveler secara real time terhadap layanan dan fasilitas di bandara, ” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin melalui keterangan tertulis, Kamis 9 Januari 2020.

    Awaluddin mengatakan inovasi terbaru yang yang diluncurkan awal tahun 2020 ini, bertujuan untuk menjadikan bandara-bandara semakin pintar. Dengan menghadirkan sistem penilaian, terhadap berbagai layanan yang hasilnya dapat diketahui secara real time.

    Awaluddin mengibaratkan sistem READY4CX ini membuat bandara bisa berkomunikasi dengan para traveler terkait dengan layanan. Dengan demikian para pelancong dapat memberi rating, lalu dalam waktu cepat akan ada tindak lanjut secara langsung dari PT Angkasa Pura II.

    “Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak, bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi [economic connector]. Jadi, kalau ada istilah Internet of Things, maka ke depan akan ada Airport of Things,” ujar Muhammad Awaluddin.

    Penumpang beraktifitas di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 20 Desember 2019. PT Angkasa Pura II memperkenalkan i-Mate Kiosk agar pelancong bisa menilai langsung kinerja layanan bandara. ANTARA

    Adapun sistem READY4CX ini terdapat di i-Mate Kiosk di bandara-bandara PT Angkasa Pura II. Dengan kata lain traveler atau pelanggan dapat memberikan rating terhadap berbagai layanan di bandara melalui i-Mate Kiosk.

    Untuk sementara input yang diberikan traveler berupa rating dalam skala like 1 hingga 5, ke depannya akan disiapkan input dalam bentuk narasi.

    Sejumlah touch point yang dapat diberi penilaian oleh pelancong misalnya baggage claim convenience, baggage handling, check in process, internet access/WiFi, land transportation, waiting room convenience, security process, shopping faciliities, supporting facilities, toilet dan lain sebagainya.

    “Sistem penilaian secara real time dari pelanggan ini membuat PT Angkasa Pura II dapat lebih memaksimalkan kinerja, sehingga bisa melakukan respons cepat terhadap masukan pelanggan, bisa menjadi early warning sistem detection terhadap layanan yang ada, serta menumbuhkan operation agility process terhadap layanan pelanggan.”

    “Pada tahal awal, READY4CX tersedia bagi traveler untuk menilai layanan pada 16 bandara dan ke depannya akan mencakup 19 bandara atau di seluruh bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II,” ujar Muhammad Awaluddin.

    Sejak diluncurkan, sistem penilaian real time ini, ternyata juga mendapat sambutan yang baik dari traveler. Mereka antusias memberikan penilaian melalui i-Mate Kiosk.

    Seperti misalnya pada 7 Januari 2020 kemarin, total responden di 16 bandara mencapai 9.632 penumpang. Pada tanggal itu, rata-rata rating kinerja pelayanan di 16 bandara mencapai 4,31 dengan rating tertinggi pada baggage claim convenience (4,47) dan terendah adalah baggage handling (3,91).

    Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) tahun ini bertambah menjadi 19 bandara. Bandara-bandara tersebut nantinya akan terkoneksi dengan penilaian real time dari pengguna. 

    “Penilaian dengan hasil real time ini sangat berguna bagi kami untuk mempertahankan standar global atau memenuhi seluruh kriteria dalam komponen Airport Service Quality [ASQ] dari Airport Council Internationl [ACI] dan juga Skytrax. Pada akhirnya, bandara-bandara di Indonesia akan sejajar dengan bandara kelas dunia lainnya dengan standar global,” ujar Muhammad Awaluddin.

    PT Angkasa Pura II saat ini mengelola 19 bandara termasuk bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.