Ada 30 Atraksi Baru, Buruan ke Banyuwangi Festival 2020

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gemulai gerakan tangan  penari saat pementasan kolosal Tari Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, 29 November 2014. Pementasan Gandrung Sewu, tari tradisional Banyuwangi yang membawakan tema Seblang Sewu ini di ikuti 1200 penari. TEMPO/Fully Syafi

    Gemulai gerakan tangan penari saat pementasan kolosal Tari Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, 29 November 2014. Pementasan Gandrung Sewu, tari tradisional Banyuwangi yang membawakan tema Seblang Sewu ini di ikuti 1200 penari. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Banyuwangi bakal kembali menggelar Banyuwangi Festival 2020. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada 30 atraksi baru dalam perhelatan akbar itu. Ia memastikan, sejumlah event baru itu bakal memberikan pengalaman baru bagi wisatawan.

    ”Banyak event yang benar-benar fresh untuk memberi pengalaman baru bagi wisatawan. Sebagian di antaranya diinisiasi oleh warga Banyuwangi, sehingga pariwisata berbasis warga benar-benar terus kami dorong agar pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi bisa makin inklusif," ujar Anas melalui rilis yang diterima TEMPO, Kamis, 9 Januari 2020.

    Atraksi baru tersebut antra lain atraksi kopi di sejumlah sentra penghasil kopi. Event ini tak lagi berpusat di Desa Adat Kemiren seperti tahun-tahun sebelumnya.

    ”Misalnya, perkebunan Kalibaru yang merupakan sentra kopi yang rutin mengekspor ribuan ton kopi ke Italia dan berbagai negara di Eropa. Akan ada atraksi minum kopi langsung di kebunnya,” ujarnya. Banyuwangi Festival 2020 juga menghadirkan 15 festival kuliner.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada 30 atraksi baru dalam Banyuwangi Festival 2020. Dok. Kemenparekraf

    Di antaranya Chocolate Food Festival, Muncar Food Festival, Bamboo Food Festival, Alaspurwo Food Festival, Cacalan Beach Food Festival, Marina Food Festival, Osing Food Festival, hingga Millennials Food Festival.

    ”Festival kuliner kami perbanyak karena peminatnya tinggi, dan yang terpenting mampu mengangkat warung-warung rakyat dan usaha kuliner rumahan,” ujarnya.

    Anas mengatakan, selain ajang festival kuliner resmi, di setiap ajang Banyuwangi Festival juga dihadirkan berbagai stan kuliner. Sektor kuliner dengan sendirinya menyatu ke atraksi tari, fesyen, sport tourism, dan sebagainya.

    Selain itu, terdapat 15 ajang sport tourism. Di antaranya Banyuwangi International Geopark Walk yang menyusuri pesona Taman Nasional Alas Purwo. Juga ada World Surf League (WSL) di Pantai Plengkung yang merupakan ajang selancar paling bergengsi di dunia. Dan tentunya International Tour de Banyuwangi Ijen yang telah menjadi ajang balap sepeda terbaik di Indonesia menurut Federasi Sepeda Dunia (UCI).

    Sejumlah peselancar berlatih di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, 21 Agustus 2016. Pantai Pulau Merah menjadi pilihan para peselancar pemula dan profesional untuk mengasah kemampuannya. ANTARA/BUdi Candra Setya

    ”Jumlah sport tourism kami perbanyak karena bentang alam Banyuwangi yang hijau yang asri sangat cocok untuk ajang kompetisi olahraga,” imbuhnya.

    Sejumlah atraksi yang selama ini sukses menarik wisatawan juga kembali dihadirkan, seperti Jazz Pantai, Jazz Ijen, dan Festival Gandrung Sewu.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.