1 Juta Wisman ke Yogyakarta? Mungkin Saja, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego de Obaldia, travel writer dan komedian dari Panama berpose bersama Raquel Martinez saat matahari terbit di Candi Borobudur, Yogyakarta. Ketiga selebgram ini juga akan berpartisipasi dalam upaya promosi pariwisata Indonesia dengan hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada tanggal 26-27 Mei 2017. instagram.com

    Diego de Obaldia, travel writer dan komedian dari Panama berpose bersama Raquel Martinez saat matahari terbit di Candi Borobudur, Yogyakarta. Ketiga selebgram ini juga akan berpartisipasi dalam upaya promosi pariwisata Indonesia dengan hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada tanggal 26-27 Mei 2017. instagram.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Yogyakarta merupakan destinasi wisata utama selain Bali. Tahun ini, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasang target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Yogyakarta.

    Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY tak ragu target Pemerintah DIY mendatangkan satu juta wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dapat terealisasi tahun 2020 ini.

    "Kami optimistis target satu juta wisatawan asing itu tercapai karena saat ini saja (rata-rata kunjungan wisatawan manca ke Yogya) sudah 480 ribu orang pertahun," ujar Ketua PHRI DI Yogyakarta Deddy Pranowo usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa 7 Januari 2020.
     
    Deddy menuturkan sisa separuh lebih kunjungan wisatawan mancanegara dari target itu, diyakini bakal terdongkrak dengan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo per April 2020 nanti, "Beroperasinya bandara Kulon Progo itu akan menjadikan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta terpenuhi," ujarnya.
     
    Ditemui terpisah, PT Angkasa Pura I  menargetkan seluruh proses pembangunan bandara Kulon Progo rampung pada Maret 2020 ini. Sehingga mulai April 2020 proses pemindahan seluruh penerbangan maskapai itu dari Bandara Internasional Adisutjipto ke Kulon Progo bisa dilaksanakan serentak.
     
    Para penumpang menuju pesawar Lion Air di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Rencananya 140 penerbangan di Bandara Adisutjipto dipindahkan ke BIY. Foto: @jababekaandco
     
    "Kami jaga agar pembangunan bandara Kulon Progo selesai Maret 2020, karena di bulan itulah ada pergantian musim dingin ke panas yang biasanya dipakai maskapai (asing) mengajukan rute baru," ujar Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara YIA Agus Pandu Purnama Selasa (7/1).
     
    PT Angkasa Pura I, ujar Pandu, juga sudah mensosialisasikan kepada seluruh maskapai bahwa mereka harus bersiap memindahkan penerbangan ke Kulon Progo. Walhasil, ketika pengelola bandara resmi memerintahkan pemindahan rute itu bisa langsung dilaksanakan.
     
    "Tapi memang ada satu maskapai yang mungkin belum bisa ikut pindah karena teknologinya belum mendukung untuk pindah rute dari Adisutjipto ke Kulon Progo," ujarnya.
     
    Sebab di bandara Kulon Progo sudah menggunakan teknologi navigasi terbaru atau Performance Base Navigation (PBN). Adapun satu maskapai yang armada pesawatnya masih lawas itu belum siap pindah rute itu karena belum menerapkan sistem navigasi yang mendukung.
     
    "Kalau sistem navigasinya di luar PBN, pesawat tidak bisa mendarat di Kulon Progo, jadi maskapai itu meminta toleransi waktu sampai Maret 2020," katanya.
     
    Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Rahardjo sebelumnya mengungkapkan Pemda DIY memasang target 1 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke destinasi wisata selama 2020, "Kami mempunyai target wisatawan mancanegara tahun 2020 melonjak dua kali lipat," kata Singgih.
     
    Hotel Sudah Jenuh di Kota Yogyakarta dan Sleman
     
    Sementara itu, Ketua PHRI DI Yogyakarta Deddy Pranowo mengatakan tak serta merta potensi kunjungan wisman itu bisa dicapai, karena pembangunan bandara baru itu diikuti langkah gegabah dengan membuka keran pembangunan hotel baru. Khususnya di wilayah yang sudah crowded seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
     
    Dari hasil pertemuan dengan Sultan HB X Selasa (7/1), pemerintah DIY meminta PHRI membantu investor agar tak salah kaprah, asal memandang investasi hotel baru pasti untung.
     
    Sebab saat liburan panjang okupansi atau tingkat hunian hotel di Yogyakarta memang bisa tembus di atas 90 persen. Investor wajib tahu bahwa saat hari biasa atau bukan long weekend okupansi perhotelan di Yogyakarta hanya 40 persen.
     
    Hotel Pandanaran Prawirotaman menggelar Festival Tarian dan Makanan Tradisional di halaman Hotel Pandanaran, Yogyakarta pada Kamis, 8 Agustus 2019.
     
    Justru, ujar Deddy, pemerintah DIY merekomendasikan wilayah seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo digarap serius untuk investasi perhotelan, "Karena kalau di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, kami kira (jumlah hotel) sudah cukup," ujarnya.
     
    PRIBADI WICAKSONO
     
     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.