Gara-Gara Badai, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga di gerbang jalur pendakian Gunung Lawu di Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, Minggu 17 November 2019. Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup akibat terbakarnya hutan di kawasan gunung tersebut sejak Jumat (15/11) dan hingga Minggu belum padam. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    Petugas berjaga di gerbang jalur pendakian Gunung Lawu di Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, Minggu 17 November 2019. Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup akibat terbakarnya hutan di kawasan gunung tersebut sejak Jumat (15/11) dan hingga Minggu belum padam. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Magetan - Jalur pendakian Gunung Lawu ditutup akibat angin kencang atau badai. Sebanyak dua akses menuju puncak gunung dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut itu berada di Karanganyar, Jawa Tengah.

    Dua jalur pendakian yang diutup meliputi  Cemoro Kandang dan Candi Cetho. Sedangkan dua lainnya di Magetan, Jawa Timur, yakni Cemoro Sewu dan Singolangu.

    Asisten Perhutani Lawu Selatan KPH Lawu DS, Marwoto mengatakan penutupan empat jalur pendakian itu dilakukan serentak sejak Jumat, 3 Januari 2020. Ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi sejumlah pihak, seperti Perum Perhutani, BPBD di dua kabupaten, dan relawan guna menghindari terjadinya musibah yang berdampak pada keselamatan para pendaki.

    "Karena terlalu berbahaya. Kami sudah mengimbau kepada para pecinta alam khususnya pendaki agar tidak nekat," kata dia saat dihubungi TEMPO, Minggu, 5 Januari 2020.

    Peringatan itu disampaikan oleh petugas dan relawan yang bersiaga di loket pos pendakian. Selain itu, melalui papan yang berisi tentang larangan mendaki lantaran cuaca buruk tengah berlangsung di Gunung Lawu. "Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada yang nekat mendaki," ujar Marwoto.

    Disinggung tentang rencana kembali dibukanya jalur pendakian, ia menyatakan belum dapat dipastikan. Sebab, ditentukan oleh kondisi cuaca. Jika sudah normal, maka para pendaki diizinkan masuk untuk mendaki Gunung Lawu dari empat jalur yang telah disediakan.

    "Setelah angin tidak kencang dan petugas di empat pos pendakian sepakat, maka jalur akan dibuka lagi," kata dia.

    Petanu sayur di Dusun Pancot, Lereng Gunung Lawu, Kecamatan Karanganyar. Tempo/Tulus Wijanarko

    Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra mengatakan angin kencang yang terjadi di kawasan Gunung Lawu mengakibatkan sejumlah pohon roboh pada Jumat dan Sabtu kemarin.

    Adapun lokasinya di ruas jalan antara Telaga Sarangan hingga Pos Pendakian Cemoro Sewu, "Sekitar lima pohon yang ambruk dan sempat menutup jalan. Di lokasi juga terjadi longsor berskala kecil dari tebing di samping jalan," Fery menjelaskan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.