Begini Cara Wisatawan Cerdas, Memangkas Limbah Plastik

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing saat mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Bintan, Prov Kepri, Selasa, 31 Desember 2019. Pengunjung meningkat saat libur sekolah dan akhir tahun ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

    Wisatawan asing saat mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Bintan, Prov Kepri, Selasa, 31 Desember 2019. Pengunjung meningkat saat libur sekolah dan akhir tahun ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Berwisata mampu mengurangi beban pikiran dan stres. Sebaliknya, aktivitas pelesiran justru menambah beban bumi. Jejak karbon dari kendaraan wisata, pesawat, hingga kapal pesiar tentu menambah polusi. Di lain sisi, tanpa disadari wisatawan juga kerap menggunakan plastik selama berwisata. Bila tak bijak menggunakannya, tentu sampah plastik bakal menggunung.

    Tapi banyak cara mengurangi sampah plastik saat jadi musafir. Sebagaimana dinukil dari Lonely Planet, begini cara mengurangi limbah plastik.

    Pilihlah hotel yang berkelanjutan dan akomodasi ramah lingkungan

    Hotel yang berkomitmen terhadap kelestarian bumi, memudahkan Anda untuk menghindari plastik. Mereka biasanya menyediakan botol isi ulang untuk Anda dan menawarkan sedotan berbahan nonplastik. Bahkan mereka tak menyediakan sedotan plastik sama sekali.

    Untuk mengurangi limbah yang diciptakan oleh botol sampo sekali pakai, semakin banyak hotel menggunakan dispenser sampo dan sabun yang ditempelkan di dinding.

    Selalu pilih hotel yang berkomitmen menjaga lingkungan.

    Kemas paket perjalanan bebas-plastik

    Amerika Serikat memperkirakan dalam setahun terdapat 1 miliar batang sikat gigi yang dibuang. Kini terdapat sikat gigi yang terbuat dari bambu, sebagai alternatif pengganti plastik. Sementara untuk menyimpan pakaian dan sepatu kotor selama perjalanan, gantilah dengan tas dari kain tipis yang bisa dipakai berulang-ulang.

    Terbang cerdas

    Polusi dari pesawat terbang terus meningkat. Selain itu, banyak maskapai yang masih menggunakan plastik dalam melayani penumpangnya. Untuk mengurangi limbah plastik, berikan botol (tumbler) Anda saat awak kabin menawarkan minuman. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan gelas yang sama, saat meminta minuman tambahan.

    Anda mungkin juga bisa mendukung maskapai yang berupaya membatasi penggunaan plastik, seperti Qantas yang telah berjanji akan bebas-plastik pada tahun 2020. Sementara maskapai penerbangan murah asal Eropa, Ryanair menegaskan sebagai maskapai bebas-plastik pada 2023.

    Pilih operator tur yang bertanggung jawab

    Pilih operator tur yang peduli dengan lingkungan dan memiliki komitmen tak meninggalkan sampah plastik. Mereka membagikan tas yang dapat digunakan kembali dan menyediakan makan siang dan minuman dari bahan yang bisa dibuat jadi kompos. Operator tur yang sadar lingkungan ini mulai bertumbuhan, Anda hanya harus lebih teliti mencari informasi tentang mereka.

    Gelas Twiice beraroma vanilla, anti bocor dan juga bisa berfungsi ganda sebagai mangkuk pencuci mulut. [Air New Zealand/Stuff.co.nz]

    Investasikan dalam perangkat pemurnian air

    Kurangnya air minum bersih di destinasi, menjadikan wisatawan mengandalkan air mineral yang mengakibatkan banyaknya sampah botol plastik. Untuk mengatasinya gunakan alat botol pemurni air, yang berkapasitas hingga 150 liter air untuk setiap catridge.

    Periksa produk pembalut Anda

    Sepanjang hidupnya, seorang wanita bisa menghabiskan 10.000 pembalut sepanjang hidupnya. Efeknya terhadap planet ini sangat besar. Tampon dari kapas organik adalah pilihan yang paling ramah lingkungan, tetapi jika Anda lebih suka pembalut, cobalah untuk menghindari pembalut yang dibungkus secara individual. Saat ini tersedia produk pembalut yang bisa digunakan kembali. Cukup dengan dibilas, lalu digunakan lagi.

    Kenakan perlengkapan perjalanan yang berkualitas baik

    Pakaian sering kali mengandung serat mikro plastik berbahaya. Limbahnya, bisa mencemari daratan atau lautan.  Untungnya, banyak perusahaan pembuat pakaian menggunakan serat berbahan ramah lingkungan. Baju-baju berkualitas rendah bakal cepat rusak dan dibuang.

    Sebaliknya pakaian yang dibuat dengan kualitas baik cenderung tahan lebih lama, yang otomatis mengurangi limbah plastik. Langkah lainnya adalah membaca kebijakan keberlanjutan dari merek favorit Anda. Bila tidak memilikinya, kemungkinan perusahaan garmen tersebut tidak selaras dengan prinsip keberlanjutan.

    Pilihlah pakaian yang berkualitas agar lebih tahan lama dan tak cepat dibuang. TEMPO/Fajar Januarta

    Mulai percakapan bebas plastik dengan pebisnis lokal

    Alih-alih hanya memesan koktail tanpa sedotan plastik, bicaralah dengan manajer bar atau, bahkan lebih baik, pemiliknya, dan menyarankan mereka untuk mengganti sedotan dengan bahan yang ramah lingkungan seperti kertas atau sedotan bambu (atau cangkir bio menggantikan gelas plastik). Mereka mungkin tidak menyadari manfaat dari penggunaan bahan-bahan tersebut. Di mana Anda bisa, dukung bisnis yang berupaya mengurangi limbah plastik.

    Gunakan peralatan yang dapat digunakan kembali

    Jika Anda suka makan sambil melakukan perjalanan, Anda mungkin telah menyumbangkan sebagian besar cangkir kopi, wadah, dan peralatan plastik lainnya ke tempat pembuangan sampah (atau laut). Batasi pemborosan Anda dengan berinvestasi pada satu set cangkir, mangkuk, dan alat makan yang dapat digunakan kembali, dan simpanlah di daypack Anda.

    Bergabunglah dengan kegiatan bersih-bersih lokal

    Berikan sesuatu kembali kepada komunitas yang Anda kunjungi dengan bergabung dalam kegiatan pembersihan pantai atau hutan. Atau ajaklah sesama pelancong untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. Kegiatan bersih-bersih pantai yang rutin dilakukan, terdapat di tiga gili, Nusa Tenggara Barat. Sementara kegiatan bersih-bersih di pantai Australia yang populer, ada di Sydney dan Byron Bay. Nah, untuk berpartisipasi di dalamnya, penyelenggara biasanya mengumumkan ajakannya di media sosial.

    Gili ECO Trust mengkoordinir para wisatawan untuk memilah sampah organik dan non-organik di sepanjang Pantai Gili Trawangan. Foto:@giliecotrust

    Berbelanja secara lokal

    Selalu belanja di pasar lokal dengan membawa tas sendiri. Begitupula saat membeli barang kerajinan, datanglah langsung ke seniman pembuatnnya. Anda akan memperoleh barang kerajinan sekaligus tas untuk membawanya, yang biasanya bukan terbuat dari plastik. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.