Cuaca Ekstrem, Wisatawan di Yogyakarta Diminta Hati-Hati

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Para wisatawan dan masyarakat yang menghabiskan waktu di lokasi wisata diminta waspada terhadap cuaca yang cepat berubah. Pasalnya, perubahan cuaca tersebut mengakibatkan hujan deras, angin serta ombak yang tinggi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat supaya mengantisipasi dan menyiapkan payung serta jas hujan. Khusus wisata di daerah pantai, wisatawan diminta tidak berenang atau bermain air laut.

    "Ombak di laut selatan tinggi. Sekitar 2,5 meter. Jangan berenang yang menjorok terlalu jauh dari bibir pantai," kata Haryati, Prakirawan di kantor Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta, Senin, 30 Desember 2019.

    Ia menyatakan, hujan deras memang belum sepenuhnya merata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tetapi hujan deras sering terjadi di wilayah utara yaitu di Kabupaten Sleman, yang banyak memiliki tempat wisata termasuk wisata lereng Gunung Merapi.

    Merapi Golf Course memiliki pemandangan Gunung Merapi dan beberapa gunung lainnya. Foto: @merapigolf

    "Masih berpotensi terjadi angin kencang karena kan ini  adanya konvergensi di wilayah utara Jawa. Perlu diwaspadai hujan lebat," kata dia.

    Senada dengan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau kepada wisatawan di sejumlah objek wisata untuk meningkatkan kewaspadaan seiring terjadinya cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Salah satunya potensi bencana yang harus diwaspadai adalah angin kencang. 

    Kepala BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta Biwara Yuswantana juga mengimbau kepada relawan, agar memberikan informasi atau sosialisasi kepada para pengunjung sejumlah objek wisata agar meningkatkan kewaspadaan.

    Ia meminta kepada wisatawan agar berhati-hati ketika ada pergantian cuaca mendadak, terutama di sejumlah titik tempat wisata yang memiliki unsur rawan bencana tertentu. Dengan imbauan itu diharapkan bisa meminimalkan adanya korban ketika ada bencana.

    "Misalnya di tempat yang tinggi  rawan longsor atau pohon tinggi bisa tumbang, kalau pantai, ya potensi gelombang tinggi. Ini perlu waspada, wisatawan harus mengikuti petunjuk dari petugas atau relawan setempat," kata dia. 

    Sejumlah wisatawan berfoto di gardu pandang di kawasan wisata lereng Gunung Merbabu di Gacik, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, 27 Desember 2018. Wisata alam yang berada di kawasan lereng gunung Merbabu dengan menawarkan keindahan pemandangan sisi gunung Merapi dan kesejukan alam pegunungan Merbabu. ANTARA

    Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak 2 - 29 Desember 2019 terdapat pohon yang tumbang di 764 titik, rumah rusak akibat tertimpa pohon sebanyak 475, pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik sebanyak 147 titik. 

    Lalu pohon tumbang yang menimpa tempat usaha ada 31 titik, menimpa jaringan telepon ada 28 titik, menimpa kandang 28 titik, menimpa fasilitas pendidikan ada 14 titik dan menimpa fasilitas ibadah tercatat 13 titik.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.