PT KAI: Tiket Kereta Api Yogyakarta dan Solo Masih Tersedia

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap memasuki KA Jayabaya jurusan Malang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jumlah penumpang kereta api dalam dua hari pertama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mengalami penurunan 6-10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena salah satunya dipengaruhi adanya Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru saja dibuka. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Calon penumpang bersiap memasuki KA Jayabaya jurusan Malang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jumlah penumpang kereta api dalam dua hari pertama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mengalami penurunan 6-10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena salah satunya dipengaruhi adanya Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru saja dibuka. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar baik untuk wisatawan atau pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api, terutama di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Surakarta. Untuk dua wilayah destinasi wisata utama itu, tiket masih tersedia saat libur panjang ini.

    "Pemesanan bisa langsung melalui KAI Access secara online," kata Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Senin, 30 Desember 2019.

    Tiket kereta api di Daop 6 Yogyakarta masih tersedia untuk Selasa 31 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020, baik yang reguler atau tambahan. Masyarakat bisa memilih moda transportasi ini yang dinilai lebih aman dan nyaman.

    "Masyarakat tidak perlu khawatir, tiket masih tersedia untuk tujuan Jakarta, Bandung atau Surabaya," Eko menambahkan.

    Menurut dia, tempat duduk yang masih tersedia tersebut baik untuk kereta api keberangkatan dari Daop 6 atau yang melewati daerah Solo-Yogyakarta hingga Kutoarjo.

    Tempat duduk yang masih tersedia tersebut antara lain kereta api Taksaka Malam, Lodaya Malam, Senja Utama, Sancaka Malam. Masyarakat tidak perlu khawatir, tiket masih tersedia untuk tujuan Jakarta, Bandung atau Surabaya.

    Penjualan tiket kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta (21/9). Dok.TEMPO/Arif Wibowo

    Kata Eko, untuk kereta api  reguler kelas eksekutif keberangkatan dari Daop 6 pada 30 Desember 2019 masih tersedia 1.277 tiket, kelas bisnis 172 tiket dan kelas ekonomi 1.100 tiket. Untuk 31 Desember kelas eksekutif masih tersedia 2.691 tiket, kelas bisnis 230 tiket dan kelas ekonomi 1.527 tiket.

    Untuk tempat duduk tujuan Daerah Operasi 6 pada 30 Desember kelas eksekutif masih tersedia 1.988 tiket, kelas bisnis 185 tiket dan kelas ekonomi 604 tiket. Untuk 31 Desember 2019 kelas eksekutif masih tersedia 3.232 tiket, kelas bisnis 237 tiket dan kelas ekonomi 1.280 tiket.

    Untuk tempat duduk kereta api yang melewati Daop 6 Yogyakarta, pada 30 Desember 2019 kelas eksekutif tersedia 1.113 tiket, kelas binis 59 tiket dan kelas ekonomi 352 tiket. Untuk 31 Desember 2019 kelas eksekutif 2019 kelas eksekutif tersedia 1.981 tiket, kelas bisnis 688 tiket dan kelas ekonomi 405 tiket.

    Eko mengatakan secara umum sampai hari ke-11 Posko Angkutan libur Natal dan Tahun Baru di Daop 6 Yogyakarta lebih banyak penumpang yang turun dibanding yang naik. Hingga Senin, 30 Desember 2019 pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang yang turun tercatat 451.371 orang, sedangkan yang naik 434.034 orang.

    Mudik Bersama Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

    Ia mengatakan, khusus di Stasiun Tugu Yogyakarta, penumpang yang turun 176.868 orang, yang naik 192.240 orang. Berdasarkan dari data ini Yogyakarta terbukti menjadi destinasi wisata saat libur panjang. Banyak penumpang yang turun di Stasiun Tugu Yogyakarta.

    "Bagi yang akan naik kereta api di libur panjang ini, tiket masih tersedia. Tidak perlu khawatir, pesan langsung melalui KAI Access," tambah Eko Purwanto, Executive  Vice President PT Kereta Api Daerah Operasi 6 Yogyakarta.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.