Wisata Kuliner Soto Seger Bu Retno, Semangkuk Cuma Rp 3.000

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi soto. shutterstock.com

    Ilustrasi soto. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Sragen - Sragen, Jawa Tengah, bisa dibilang gudangnya makanan enak dan murah. Setidaknya ada dua jenis makanan yang dibanderol jauh dari harga pada umumnya. Pertama mi ayam Rp 2.000 dan soto Rp 3.000.

    Mi ayam seporsi dengan harga Rp 2.000 itu ada di Gondang, Sragen. Sementara semangkuk soto Rp 3.000 dijual oleh Sri Retno Kusri Wardani di Jalan Gondang Kalang, Dukuh Gondang Tani, Sragen. Nasi campur kuah soto yang masih panas berisi suwiran ayam, tomat, kol, bihun, begitu segar disantap. Rasanya gurih dan beraroma rempah-rempah.

    Perempuan yang biasa disapa Bu Retno itu sengaja mematok harga yang terjangkau agar semua masyarakat bisa mencicipi soto buatannya. "Biasanya satu orang menghabiskan dua sampai tiga mangkuk soto," kata Retno di warungnya, Sabtu 5 Oktober 2019. Saban malam, warung soto milik perempuan 42 tahun itu, selalu ramai.

    Warung Soto Seger Bu Retno di Sragen, Jawa Tengah. Seporsi soto hanya Rp 3.000. Foto: Joglosemarnews

    Retno merintis bisnis soto sejak 2017. Ketika itu dia harus pulang kampung untuk merawat orang tuanya yang sudah sepuh. Selama 16 tahun Retno merantau di Jakarta sebagai buruh pabrik. "Sambil mengurus orang tua, saya coba-coba jualan soto. Awalnya biasa saja, terkadang juga enggak habis," kata dia. "Setelah jalan setahun, baru soto saya banyak yang beli."

    Retno menduga soto segernya mulai populer sejak Jalan Gondang Kalang selesai diperbaiki. Dulu, menurut dia, jalan di depan warungnya rusak berat sehingga orang yang melintas fokus ke jalan ketimbang melirik ke warungnya. "Sekarang banyak orang yang kaget, 'kok ada soto enak di sini?'. Padahal sebenarnya sudah lama buka," ucap dia.

    Soto seger Bu Retno buka setiap hari mulai pukul 16.00. Dia baru tutup setelah porsi nasi yang dimasak habis. "Tutupnya sekitar jam 20.00 atau 21.00," kata dia. "Kami enggak ngoyo (memaksakan). Kalau sudah habis, ya tutup dan istirahat. Besok jualan lagi."

    TERAS.ID | JOGLOSEMARNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.