Museum Katedral: Buku Musik dan Rel Altar Prakonsili Vatikan II

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku musik yang digunakan pada masa sebelum Konsili Vatikan II di ruang Zona Masa Lalu dalam Pustaka, Museum Katedral, Jakarta Pusat. TEMPO/Bram Setiawan

    Buku musik yang digunakan pada masa sebelum Konsili Vatikan II di ruang Zona Masa Lalu dalam Pustaka, Museum Katedral, Jakarta Pusat. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah halaman buku yang dibentangkan memuat partitur. Lembaran berisi notasi musik itu tertulis lirik dalam bahasa Latin. "Credo in unum deum patrem," sebagai larik pertama. Buku berukuran besar nan tebal itu dipajang dalam ruang Zona Masa Lalu dalam Pustaka, di Museum Katedral, Jakarta Pusat.

    "Buku (musik) nyanyian yang dipakai saat masih tata cara Misa Latin. Biasanya Misa Latin itu bergaya (kidung) Gregorian," kata Ketua Museum Katedral Susyana Suwadie, Kamis, 12 Desember 2019.

    Buku dalam ruangan ini memajang semua perlengkapan ibadat masa sebelum Konsili Vatikan II. Bila mengamati notasi Gregorian memang berbeda dengan not balok masa kini. "Gregorian prinsipnya lagu yang biasanya tanpa iringan," tuturnya.

    Buku Missale Romanum yang digunakan pada masa sebelum Konsili Vatikan II di ruang Zona Masa Lalu dalam Pustaka, Museum Katedral, Jakarta Pusat. TEMPO/Bram Setiawan

    Tak cuma buku musik ala Gregorian, ada pula buku ibadat, Missale Romanum. Buku Missale Romanum ini juga ukurannya besar. Kini buku itu sudah tidak lagi digunakan, karena tata cara ibadat telah mengikuti Konsili Vatikan II.

    Peninggalan masa sebelum Konsili Vatikan II, juga dipajang dalam ruangan Zona Koleksi Katedral. Ada rel altar atau rel komuni yang mengandung cerita tata cara ibadat pada masa sebelum Konsili Vatikan II, "Rel altar itu sudah tidak dipakai lagi. Sekarang umat menerima komuni sambil berbaris," tuturnya.

    Rel altar atau rel komuni yang digunakan pada masa sebelum Konsili Vatikan II dipajang dalam ruangan Zona Koleksi Katedral, Museum Katedral, Jakarta Pusat. TEMPO/Bram Setiawan

    Susyana menjelaskan, pada masa lampau sebelum Konsili Vatikan II, rel altar itu digunakan umat untuk bersimpuh. Pada masa sebelum tahun 1965, ibadat umat masih menggunakan tata cara Misa Latin. "Pelaksanaan tata cara semua doa masih dalam bahasa Latin," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.