Keluarga Kerajaan Belanda ke Danau Toba, Ini Persiapan Wishnutama

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di The Caldera Toba Nomadic Escape Danau Toba. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Suasana di The Caldera Toba Nomadic Escape Danau Toba. TEMPO | Iil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas Danau Toba sampai juga ke telinga keluarga Kerajaan Belanda. Mereka, Royal Dutch Family akan menyambangi Danau Toba dalam waktu dekat. Kunjungan ini memang tak main-main bagi Indonesia. Pasalnya, sebagaimana kunjungan Raja Salman beberapa waktu lalu, imbasnya sangat besar bagi pariwisata nasional.

    Efek kehadiran Raja Salman, menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, kehadiran Raja Salman dan selebritas lain merupakan promosi kepada dunia. Dan persiapan menyambut tamu Keluarga Kerajaan Belanda itu, menjadi perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya menggelar rapat khusus.

    "Hari ini saya melaporkan persiapan Danau Toba kepada Menko Maritim mengenai kedatangan Royal Dutch Family. Kami akan kemas untuk kedatangan itu," ujar Wishnutama di kantor Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin, 23 Desember 2019.

    Pemandangan Danau Toba bagian barat. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Wishnutama tak menerangkan secara gamblang waktu pasti kedatangan keluarga Kerajaan Belanda ke Indonesia. “Kami siap segalanya sudah dipersiapkan dengan baik,” ujar Wishnutama. Ia hanya memastikan bahwa saat ini Danau Toba sudah cukup siap menerima kunjungan tamu kenegaraan. Meski masih dalam proses pengembangan, ia mengklaim tak ada masalah berarti. Wisata glamping sudah disiapkan, yang kemungkinan nantinya juga digunakan oleh keluarga Kerajaan Belanda.  

    Sebagai destinasi wisata unggulan, pemerintah sedang gencar membangun pelbagai fasilitas dan infrastruktur untuk memperkuat atraksi di kawasan Danau Toba. “Kami akan memperbanyak atraksi pariwisata, di antaranya dengan menyediakan balon udara dan membangun cable car,” ujar Wishnutama.

    Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis Hidayat Sumadilaga menjelaskan kementeriannya turut ambil bagian dalam membangun infrastruktur di Danau Toba. Bahkan, pada 2020, Kementerian PUPR sudah menganggarkan duit Rp 2,461 triliun untuk merealisasikan pembangunan di kawasan destinasi tersebut.

    "Di antaranya untuk pembangunan sumber daya air Rp 124 miliar, jalan dan jembayan Rp 918 miliar. Lalu permukiman cipta karya Rp 996 miliar dan perumahan lainnya Rp 422 miliar," ucapnya.

    Suasana di The Caldera Toba Nomadic Escape Danau Toba. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Terkait pengembangan destinasi, selain menambah fasilitas atraksi buatan, Danis menjelaskan pemerintah sedang berfokus membangun dua daerah. Keduanya adalah Huta Sialagan dan Huta Raja sebagai sentra produksi kain ulos serta lokasi bersejarah yang menyimpan situs, "Kami sudah siapkan pembangunannya. Proses lelang dilakukan Januari sampai Maret dengan biaya Rp 50 miliar," tuturnya. 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA, YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.